Feb 022017
 
HM Soeharto dalam berita

PRESIDEN SOEHARTO:

PERLANCAR ARUS WISATAWAN DENGAN TINGKATKAN SINKRONISASI DAN KOORDINASI ANTAR ­ INSTANSI/BADAN KEPARIWISATAAN [1]

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan, untuk memperlancar arus wisatawan yang akan masuk ke Indonesia maka anggaran yang tersedia untuk subsektor pariwisata lebih banyak tertuju pada usaha untuk makin meningkatkan sinkronisasi dan koordinasi kegiatan antara berbagai instansi dan badan2 usaha di bidang ini.

Kepala Negara menyampaikan hal itu ketika memberikan keterangan pemerintah tentang RAPBN 1977/78 pada sidang plena DPR di Jakarta hari Kamis.

Presiden mengatakan, untuk perhubungan dan pariwisata disediakan anggaran lebih dari Rp. 364,- milyar yang terdiri dari anggaran rupiah sebesar Rp. 156,- milyar dan bantuan proyekRp. 208,- milyar.

Kegiatan pada sub sektor perhubungan, demikian Presiden, antara lain meliputi pemeliharaan dan rehabilitasi, peningkatan dan pembangunan baru jalan dan jembatan.

Demikian juga kegiatan di bidang perhubungan darat, seperti kereta api, bis kota dan sebagainya akan lebih ditingkatkan. Bersamaan dengan itu juga akan makin ditingkatkan kemampuan prasarana angkutan laut yang akan menunjang kelancaran angkutan seperti pembangunan dermaga, pengerukan, pengembangan armada pelayaran nusantara dan seterusnya.

Presiden mengatakan, kegiatan utama di bidang perhubungan udara diarahkan untuk terus memperbaiki keselamatan penerbangan serta peningkatan kemampuan pelabuhan2 udara. Untuk memperlancar perhubungan dengan daerah2 terpencil maka akan dibangun lagi sekitar 40 pelabuhan udara perintis.

Dalam pada itu sejalan dengan meluasnya kegiatan ekonomi dan pembangunan yang makin merata, maka kita juga akan membangun gedung2 Pos dan Giro yang tersebar di daerah2, demikian Presiden Soeharto. (DTS)

Sumber : ANTARA (06/01/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 444-445.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: