PENGHARGAAN “POPULATION AWARD” JUGA UNTUK SELURUH BANGSA INDONESIA

PENGHARGAAN “POPULATION AWARD” JUGA UNTUK SELURUH BANGSA INDONESIA

 

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto menilai penganugerahan bidang kependudukan “Population Award “ yang akan diterimanya tanggal 8 Juni nanti merupakan penghargaan kepada seluruh bangsa Indonesia karena keberhasilannya dalam pembangunan bidang keluarga berencana.

Penilaian Presiden itu disampaikan kepada Kepala BKKBN Pusat Harjono Soejono ketika melaporkan segala persiapan penerimaan tanda penghargaan itu, di Istana Merdeka, Selasa. Menurut rencana Sekjen PBB Perez de Cuellar akan menyerahkan tanpa penghargaan tersebut kepada Presiden Soeharto di Markas Besar PBB 8 Juni mendatang.

Sehubungan dengan itu kepada Kepala BKKBN, Presiden minta agar tanda penghargaan itu dibuat tiruannya dan disebarluaskan melalui para gubernur agar masyarakat mengetahuinya. Menurut Kepala BKKBN, peristiwa tersebut akan merupakan momentum sebagai panjatan memasuki era baru dalam program KB di Indonesia yang sekarang ini merupakan gerakan nasional.

Persiapan untuk kunjun gan Presiden ke New York nanti, termasuk ketika pembicaraan dengan George Bush adalah langkah-langkah teknis usaha bantuan dari USAID sebanyak US$ 20 juta bagi program kependudukan di Indonesia. Pada waktu Presiden Soeharto bertemu dengan Bush diharapkan bantuan dalam bentuk hibah itu bisa terealisir.

Kepada Presiden, Kepala BKKBN juga melaporkan hasil kunjungannya ke berbagai perusahaan di Jakarta Utara baru-baru ini. Dalam kaitan ini Presiden menyerukan agar perusahaan-perusahaan besar yang mempunyai banyak karyawan, membantu mereka dalam melaksanakan Program KB Mandiri, dengan menyediakan dana untuk kesejahteraan anggota keluarga. Cara itu diharapkan para karyawan tidak membeli sendiri alat kontrasepsinya.

Selain itu Presiden minta agar perusahaan-perusahaan besar bisa menjadi bapak angkat bagi desa-desa di sekitarnya sehingga masyarakat di sekitar perusahaan itu dapat tertolong dalam melaksanakan program KB Mandiri.

Dalam petunjuknya pula Presiden mengatakan agar keadaan yang sudah mandiri terus dipacu, kemudahan yang telah diberikan harus dilanjutkan, sehingga dokter atau bidan yang memakai tanda lingkaran biru tidak hanya di kota tapi juga di daerah pinggiran.

 

 

Sumber :ANGKATAN BERSENJATA (21/05/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 807.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.