Sep 292017
 

PENGHARGAAN PENITI EMAS UTK DONOR DARAH

Jakarta, Antara

Sebanyak 51 orang donor darah 75 kali dari berbagai propinsi akan mendapatkan penghargaan berupa peniti emas dari Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI).

Pemberian penghargaan tersebut menurut Ketua Umum PMI Dr.H. Ibnu Sutowo Selasa di Jakarta, adalah dalam rangka memperingati HUT ke-42 organisasi kemanusiaan tersebut yang jatuh tanggal 17 September.

Upacara yang dilangsungkan di Markas Besar PMI ini akan diisi dengan atraksi Korps Suka Rela (KSR) berupa membuat tandu di udara dan membuat/mengibarkan tanda Palang Merah Indonesia dalam ukuran besar.

Selesai penyematan, mereka akan menghadap Presiden Soeharto di Istana Merdeka.

Berbagai kegiatan dilaksanakan PMI untuk memperingatinya antara lain bhakti sosial berupa pengobatan cuma-cuma dan dapur susu di desa-desa Kemang, Cibodas dan Gunung Putri di Jawa Barat, penyuluhan tentang Kepalang Merahan dan Kesehatan serta pemutaran film hiburan, Lomba Gerak Jalan Santai Lintas Alam dan bhakti sosial Ikatan Istri Karyawan Markas Besar PMI untuk ibu-ibu jompo.

Sasarannya adalah memasyarakatkan PMI dengan meningkatkan bakti nyata PMI yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, kata Ibnu Sutowo.

Sementara itu Sekjen PMI Soetikno Lukitodisastro menjelaskan, bhakti sosial yang dilaksanakan di tiga desa di Jawa Barat itu melibatkan sembilan dokter dan paramedis dari Bogor dan Puskesmas setempat dan dibuka dari pukul 09.00-15.00 WIB.

Kasus yang banyak dijumpai di tiga desa tersebut adalah gangguan saluran pemapasan bagian atas, penyakit kulit, diare dan gangguan pencemaan lain serta defisiensi gizi, penyakit mata.

PMI mendapat bantuan dari perusahaan-perusahaan farmasi berupa sponsor obat-obatan seharga Rp 3,5 juta, kata Soetikno.

Thema dari peringatan kali ini adalah "Melalui Palang Merah Remaja, kita memasyarakatkan cita-cita dan prinsip-prinsip Kepalang Merahan".

Sumber: ANTARA (15/09/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 539-540.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: