Mei 042017
 

PENEGASAN PRESIDEN SOEHARTO: MASIH BANYAK DAERAH YANG HARUS DIMAJUKAN DENGAN USAHA KERAS

Presiden Soeharto menegaskan, daerah-daerah dalam wilayah tanah air kita Indonesia masih banyak yang harus dimajukan dengan usaha keras, begitu juga rakyatnya masih banyak yang belum mempunyai penghasilan memadai.

"Semua ini hendaknya lebih mendorong kita untuk bekerja lebih keras, lebih tekun dan lebih jujur," kata Kepala Negara ketika meresmikan 9 proyek bernilai Rp.15 miliyar di Daerah Istimewa Aceh, Senin kemarin. Upacara ini dipusatkan di Gedung Keuangan BandaAceh yang baru.

Kesembilan proyek tersebut adalah Gedung Keuangan Negara, Jalan Banda Aceh – Lhok Seumawe, Air Bersih Banda Aceh, PLTD Lueng Bata, PLTD Hagu Lhok Seumawe, Perumahan Perumnas, Sentral Telepon Otomat Banda Aceh, Sentral Telepon Otomat Sigh dan Sarana Kebudayaan Anjung Mon Mata.

Presiden mengatakan, walaupun kita telah banyak mencapai kemajuan, dan diantara bangsa-bangsa yang sedang membangun kita tergolong bangsa yang berhasil, namun kita masih tergolong bangsa yang tertinggal bila berada diantra bangsa-bangsa yang telah maju di dunia.

Dalam hubungan pengresmian kesembilan proyek pembangunan tersebut, Presiden mengajak seluruh bangsa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rasa syukur ini harus diwujudkan dalam bentuk pemeliharaan proyek2 tersebut, katanya.

Diingatkannya, pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional ke-12 mulai Ahad malam di Banda Aceh, dan peresmian 9 proyek pembangunan ini menggambarkan tekad kita untuk melaksanakan pembangunan lahir dan batin.

Tentang Pemerataan dikatakannya juga, termasuk pemerataan penyebaran pembangunan ke seluruh wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke, tidak saja proyek-proyek yang kecil tetapi juga diusahakan penyebaran proyek-proyek besar seperti di daerah Aceh, telah ada dan sedang dibangun proyek-proyek besar yang penting, seperti pengilangan Gas Alam Cair di Arun, pabrik pupuk ASEAN dan Insya Allah dalam waktu tidak terlalu lama, akan dimulai pembangunan pabrik kertas, pabrik petrokimia olifin, pabrik semen dan sebagainya.

"Selama Orde Baru yang juga merupakan Orde Pembangunan sudah ribuan proyek pembangunan berhasil diselesaikan dengan baik," kata Presiden.

Manfaat Beberapa Proyek

Jalan Banda Aceh – Lhok Seumawe yang diresmikan Presiden itu mempunyai kepanjangan 223 kilo meter, menelan biaya sekitar Rp. 8,7 miliyar. Dengan adanya jalan ini waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tsb semula 10 jam berkendaraan motor roda empat, kini hanya 5 jam.

Hubungan ekonomi dengan sendirinya semakin lancar antara kedua kota penting di Aceh tersebut. Tentang proyek Air Minum Banda Aceh, sejak lama sudah menjadi dambaan rakyat Aceh. Proyek ini menelan biaya sekitar Rp. 2,3 miliyar, sebagian dari APBN dan sebagian lagi dari bantuan luar negeri. (DTS)

Banda Aceh, Pelita

Sumber: PELITA (09/06/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 391-392.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: