Apr 162018
 

PEMUDA PELOPOR WAJIB MENDALAMI PROFESI YANG DIRINTISNYA

 

 

Jakarta, Antara

Menpora Ir Akbar Tandjung mengharapkan agar para Pemuda Pelopor untuk masa mendatang terus mendalami profesi yang dirintisnya dan mampu mengembangkan dan memasyarakatkan demi peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Pemuda Pelopor, yang dipilih setiap tahun sejak tahun 1985 itu, dituntut mengembangkan dan memasyarakatkan profesi kepeloporan mereka dan tuntutan itu merupakan tantangan dan peluang bagi peningkatan kariemya,” kata Menpora ketika menerima 11 Pemuda Pelopor 1991 di Jakarta, Sabtu siang.

Menurut menteri,ke-11 Pemuda Pelopor itu berasal dari Sembilan propinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Irian Jaya, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, DKI Jakarta dan Lampung.

Pada puncak upacara Hari Sumpah Pemuda/Hari Pemuda (HSP/HP) Ke-63 1991 di Istora, Senayan Jakarta hari Senin (28/10), mereka akan mendapat penghargaan dari Presiden Soeharto, tambahnya.

Sementara itu, Staf Menpora Ir Ilyas menjelaskan, pemberian penghargaan itu bertujuan agar kepeloporannya dapat mendorong peningkatan prestasi yang lebih baik bagi mereka dan makin menumbuhkan kepeloporan baru generasi muda lainnya.

Menurut dia, bidang kepeloporan tahun 1991 ini terdiri atas deIapan bidang kehidupan, yaitu pembangunan pedesaan, penciptaan lapangan kerja, pembangunan koperasi, teknologi pertanian, seni budaya, kesetiakawanan sosial, pariwisata, olahraga dan lingkungan hidup.

Kriteria untuk menjming calon terbaik, kata Ilyas, adalah usia antara 15 sampai 35 tahun, memiliki loyalitas tinggi atas Pancasila dan UUD 1945,wawasankebangsaan luas dan karya nyata bermanfaat bagi masyarakat.

 

Faktor Utama

Di samping itu, tambahnya, ada tujuh factor utama yang harus dimiliki, yaitu integritas kepribadian, kepemimpinan, kreatifitas, ulet, idealis, pengabdian/pengorbanan dan dampak positif dari kepeloporannya di masyarakat.

Keberhasilan para Pemuda Pelopor ini merintis profesi mereka pada umumnya dimulai sejak dini danmereka terpilih dari hasil penilaian 13 instansi pemerintah, swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Ke-11 Pemuda Pelopor itu adalah Dedi Wahyudi Mustofa (25) di bidang koperasi, Sri Rosdiana (24) bidang teknologi pertanian, Drs.Ture Warsono BSc.F (33) bidang pembangunan pedesaan, yang semuanya dari daerah Jabar.

Kemudian, Badaruddin Mahmud (32) bidang pembangunan pedesaan dari Sumsel, Budiman Kogoya (33) bidang pembangunan pedesaan dari Desa Tiom Wamena, Ujar, Eko Sujarwo (26) bidang teknologi pertanian dari Jatim .

Sedangkan Fonny M. Tumbol (25) bidang lapangan kerja dari Sulut, Drs. Husen Habibu (32) bidang pembangunan pedesaan dari Sulteng, Kusumo Priyono AM (34) bidang seni budaya dari DKI Jakarta, Muhtasor (21) bidang pembanguna pedesaan dari Lapung dan Ir. Suwarto (32) bidang lapangan kerja dari Jateng.

 

 

Sumber : ANTARA (26/10/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 632-633.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: