PELAKSANAAN IDT HARUS DISERTAI KEJUJURAN

PELAKSANAAN IDT HARUS DISERTAI KEJUJURAN[1]

 

Bandar Lampung, Antara

Pelaksanaan program Inpres Desa Tertinggal (IDT) mulai tahun anggaran 1994/ 1995 harus disertai itikad baik serta kejujuran dari perangkat pemerintah untuk betul­ betul menolong sesama manusia agar terbebas dari kemiskinan. Ketua DPRD Tk I Lampung, Soendoro Brotoatmodjo, Ketua Komisi E DPRD Tk I Lampung, Kadarsyah Irsya, SEdan Djamaludin Nurdin Hamid dari Komisi A DPRD Tk I mengemukakan hal itu kepada ANTARA di Bandar Lampung, Kamis stang.

Ketiganya dihubungi secara terpisah sehubungan Pidato Kenegaraan Presiden Soeharto mengenai nota keuangan RAPBN 1994/1995. Soendoro Brotoatmodjo menegaskan, pengawasan pelaksanaan Inpres termasuk Inpres Desa Tertinggal (IDT) mutlak ditingkatkan agar mengena pada sasaran, sebab Inpres yang baru pertamakali diadakan ini memiliki sifat sangat strategis untuk mengangkat kesejahteraan orang banyak.

Sasaran program IDT yang akan dilaksanakan juga harus diperhatian bahkan diawasi, baik melalui pengawasan melekat,fungsional maupun pengawasan oleh wakil rakyat. Perangkat desa harus dipersiapkan untuk menjalankan program yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat miskin. “Kalau tidak, dikhawatirkan dana IDT ini justru amburadul, “katanya. Dia optimis, melalui IDT pengentasan masyarakat miskin akan berhasil meskipun bertahap.

Dikumpulkan

Soendoro Brotoatmodjo berpendapat, bagi daerah miskin yang penduduknya terpencar harus diupayakan mengumpulkan mereka dalam satu lokasi hunian.

Dia mecontohkan, beberapa desa miskin di Lampung yang terpencar baik di pegunungan maupun hutan belukar, harus diupayakan kumpul dalam satu lokasi dengan pembagian tanah yang wajar. Upaya seperti itu juga memungkinkan bagi daerah kepulauan di Indonesia sehingga IDT dapat dirasakan semua penduduk.

Menurut Kadarsyah Irsya, moral perangkat desa yang baik akan sangat mendukung keberhasilan IDT. “Perangkat desa harus memiliki itikad baik dan jujur agar dana itu benar-benar dapat membebaskan rakyat dari belenggu kemiskinan, “kata staf pengajar FE Unila ini. Dikatakannya, program peningkatan pendapatan melalui pembukaan usaha baru yang memproduksi berbagai komoditi harus dilaksanakan melalui Inpres ini.

“Karena itu sasaran IDT bukanlah untuk membangun sarana/prasarana tetapi langsung kepada kegiatan produksi,” kata Kadarsyah.

Djamaludin Nurdin Hamid mencontohkan berbagai kegiatan yang perlu dijajaki untuk dikembangkan melalui proyek IDT antara lain peternakan keluarga, pengembangan komoditi kedele, tambak keluarga, serta sayuran.

“Mungkin kegiatan tersebut bisa dilakukan secara berkelompok atau satu desa satu kelompok yang mencakup semua warga desa,” kata Djamaludin. (U.BDL-PK03/46/BDL-001/RE3/  7/0l/9410:04/RU1/12:35)

Sumber:ANTARA(06/0l/1994)

______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 148-149.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.