PBB BERIKAN JAMINAN KEAMANAN: PRESIDEN SOEHARTO KEBOSNIA

PBB BERIKAN JAMINAN KEAMANAN: PRESIDEN SOEHARTO KEBOSNIA[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Presiden Soeharto menurut rencana pada 13 Maret berkunjung ke Sarajevo, Bosnia-Herzegovina seusai menghadiri KTT Pembangunan Sosial di Kopenhagen, Denmark, yang berlangsung 9-12 Maret.

Menteri Sekretaris Negara Moerdiono menjelaskan kunjungan ke Sarajevo itu dilakukan setelah sebelumnya bermalam di Zagreb, Kroasia. Menurut Moerdiono, kunjungan ini untuk memenuhi undangan Presiden Bosnia Alija Izetbegovic yang disampaikannya saat berkunjung ke Jakarta, Januari 1994. “Tatkala Perdana Menteri Kroasia, Presiden Kroasia dan Presiden Bosnia­ Herzegovina berkunjung ke Indonesia menyatakan sangat mengharapkan kehadiran Presiden Soeharto di Sarajevo untuk melihat dari dekat keadaan di negara yang tengah bergolak itu,” ujar Mensesneg seusai melapor di Jl Cendana kemarin. Selain itu, kata Mensesneg, para pemimpin itu juga mengharapkan dengan kunjungan tersebut Kepala Negara bisa mendengar dari tangan pertama pandangan­ pandangan para pemimpin Bosnia-Herzegovina tentang prospek penyelesaian yang menyeluruh dari pergolakan yang terjadi di sana. Presiden Soeharto selaku Ketua Gerakan Non Blok (GNB) telah beberapa kali mendesak dilakukan sejumlah prakarsa baru untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan yang terjadi di Bosnia-Herzegovina itu. Prakarsa yang dilontarkan antara lain mendesak diadakannya Konferensi Intemasional bagi penyelesaian konflik di Bosnia. Prakarsa itu dikemukakan dan telah disepakati Presiden Izetbegovic saat berkunjung ke Jakarta.

Sebagai tindak lanjutnya, Kepala Negara telah menginstruksikan Dubes RI untuk PBB membicarakan masalah ini di Biro Koordinasi GNB di PBB. Selain itu, Presiden juga mendesak masyarakat intemasional segera memberikan perlakuan yang adil terhadap Bosnia, karena sesungguhnya kekuatan Bosnia­ Herezgovina jauh berada di bawah kekuatan Serbia. Desember lalu, Pak Harto selaku Ketua GNB kembali mengajukan prakarsa baru agar segera dilaksanakannya konperensi internasional bagi penyelesaian konflik Bosnia dengan struktur yang sesuai sebab temyata konflik yang terjadi kian berada di persimpangan jalan. Konferensi itu terasa makin mendesak Presiden Soeharto karena cara penyelesaian damai selama ini terbukti tidak cukup mampu mengatasi sengketa yang mengakibatkan penderitaan luar biasa bagi rakyat di Bosnia-Herzegovina.

Ketua GNB juga mengecam keras pelanggaran semena-mena yang dilakukan oleh pasukan Serbia-Bosnia terhadap pasukan PBB (UNPROFOR),

“Kredibilitas PBB kini seolah dicemoohkan oleh kekuatan kekerasan senjata dari pihak yang memiliki keunggulan persenjataan terhadap pihak yang tidak dapat melakukan hak mempertahankan diri berhubung dengan embargo senjata yang dikenakan atas segenap wilayah bekas Yugoslavia.” kataPresiden beberapa waktu lalu.

Selanjutnya Mensesneg mengemukakan bahwa mengenai keamanan Presiden selama di Sarajevo, PBB dalam hal ini pirnpinan yang bertanggungjawab di bidang keamanan dan PBB telah memberikanjaminan sepenuhnya atas kelancaran dan keamanan perjalanan Kepala Negara dan rombongan. Dari Zagreb masuk ke Sarajevo jelasnya. Presiden akan menggunakan pesawat PBB dan diperkirakan Kepala Negara akan berada di kota tersebut sekitar tiga jam. Mensesneg menjelaskan sebelum mengunjungi Sarajevo Presiden akan melakukan kunjungan di Kroasia yang selain memenuhi undangan Presiden Kroasia, akan digunakan untuk menjajaki kemungkinan pengembangan keija sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara. Sebelum mengunjungi kedua negara tersebut. Kepala Negara akan menghadiri KTT Pembangunan Sosial yang diselenggarakan PBB. (Rid)

Sumber: MEDIA INDONESIA (23/03/1995)

___________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 203-205.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.