PABRIK SUSU NESTLE PASURUAN DIRESMIKAN HARI KAMIS

PABRIK SUSU NESTLE PASURUAN DIRESMIKAN HARI KAMIS

Surabaya, Suara Pembaruan

Pabrik susu bubuk di Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, milik PT FSI (Food Specialities Indonesia) yang akan diresmikan Presiden Soeharto, Kamis, 2 Juni 1988 dibangun dengan investasi US$ 30 juta sejak Agustus th 1986 akan memberi peluang berkembangnya usaha ternak sapi perah di Jawa Timur.

Pabrik susu bubuk dan susu kental ini merupakan perluasan pabrik serupa di Waru, Kabupaten Sidoardjo, usaha patungan antara Nestle Swiss dan Invest Nas Indonesia sejak th. 1971. Pabrik susu di desa Tanggulangin ini juga memproduksi saos tomat dan kecap serta makanan bayi.

Kapasitas terpasangnya sebesar 200.000 liter susu segar per hari berarti sama besarnya dengan pabrik pertama di Waru. Sejak th 1983, pabrik di Waru mampu menyerap rata-rata 180.000 liter susu segar per hari, sementara kekurangannya dipenuhi bahan baku susu (skim), impor.

Jatim merupakan gudang ternak terbesar, sekitar 40% populasi sapi potong dan 38 persen pupula si sapi perah terbesar berada di Kabupaten Malang dan Pasuruan yang kini mulai menyebar ke 14 daerah kabupaten lainnya. Jumlah sapi perah menurut data dari Kanwil Pertanian Jatim menyebutkan sebanyak 77.000 ekor sampai akhir th 1987 lalu atau 77,77 persendari target 99.000 ekor.Produksi sekitar 192.000 liter per hari dan diusahakan sekitar 26.000 rumah tangga.

Dari 3,9 juta rumah tangga yang hidup di sektor pertanian dengan rata-rata memiliki 1/2 ha tetapi di pusat-pusat usaha peternakan sapi perah seperti Desa Nongkojajar, Pujon dan Batu, kehidupan petani yang menjadi peternak sapi perah lebih baik dibanding petani lainnya terutama yang memiliki 7 sampai 10 ekor sapi.

Untuk menghadapi produksi komersial pabrik susu di desa Tanggulangin itu diperkirakan masih dibutuhkan sekitar 24.000 liter tarnbahan susu perah. "Kami masih melakukan uji coba selama 6 bulan" kata pimpinan proyek P. G. Tafel Macher, baru­baru ini.

Kakanwil Departemen Koperasi Jatim, Drs. H. Rosmawi Hasan kepada Pembaruan, Jumat, 27 Mei mengakui bahwa usaha petemakan sapi perah telah berhimpun dalam wadah koperasi.

Menurut Rosmawi, "penambahan pabrik susu bubuk memberi kesempatan semakin luas kepada anggota koperasi untuk bertemak sapi perah, karena selama ini seluruh anggota koperasi telah menjual hasil susu segarnya ke pabrik susu melalui koperasi".

Rosmawi Hasan menyebutkan model kerja sama antara koperasi dengan badan usaha swasta seperti itulah yang mampu menaikkan taraf hidup petani dan peternak di daerah pedesaan.

Data yang dihimpun Pembaruan dari Kanwil Pertanian Jatim menyebutkan selama 4 tahun terakhir pendapatan petani peternak sapi perah naik dari Rp 351.702 tahun 1984 menjadi Rp 375.532 tahun 1987.

Delta Plaza

Menurut rencana, Presiden Soeharto seusai meresmikan pabrik susu tersebut akan meresmikan pusat pertokoan Surabaya Delta Plaza, yang terletak di Jalan Pemuda. Pusat pertokoan ini disebut-sebut sebagai pusat pertokoan terbesar di Asia Tenggara.

Pusat pertokoan yang dibangun sejak tahun 1983 di atas tanah 10 ha dengan biaya Rp 200 miliar dilengkapi lapangan parker untuk 1000 mobil, tempat-tempat rekreasi dan kolam renang.

Pertokoan megah ini dibuka akhir Maret lalu, setelah Walikota Surabaya Dokter Poernomo Kasidi memberikan ijin karena pihak pengusahanya benar-benar melaksanakan pembangunan sebuah jembatan yang menghubungkannya dengan jalan raya, melintasi Sungai Kali Mas. Pembangunan jembatan ini merupakan syarat tertuang dalam IMB (Izin Mendirikan Bangunan ).

Surabaya, SUARA PEMBARUAN

Sumber : SUARA PEMBARUAN (30/05/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 313-314.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.