Jul 202018
 

NYONYA TIEN TENTANG ULANG TAHUN KE-71 PAK HARTO: “KELAPA MAKIN TUA MAKIN BANYAK SANTANNYA’[1]

Jakarta, Merdeka

Presiden Soeharto di kediaman Jalan Cendana, Senin malam mengadakan syukuran sehubungan hari ulang tahunnya yang ke-71. Tepatnya, Pak Harto dilahirkan di tanggal 8 Juni 1921 di Desa Kemusuk, di daerah Argomulyo, Godean, sebelah barat kota Yogyakarta.

Upacara syukuran itu dilakukan secara sederhana berlangsung sekitar 15 menit, berupa acara pemotongan tumpeng yang hanya dihadiri keluarga, anak, cucu, saudara dan kerabat terdekat.

Acara syukuran itu diawali dengan sambutan Nyonya Tien Soeharto yang menyatakan, “Hari ulang tahun adalah hari yang sangat berbahagia, karena hari ini adalah hari ulang tahun suami, ayah, eyang kami semua yang sangat kami cintai.”

“Ulang tahun yang ke 71. Kata orang kelapa yang makin tua, makin banyak santannya. Saya kira bagi suami saya yang tercinta demikian adanya, ” kata Nyonya Tien sambil tertawa.

“Maka perkawinan kami dapat berlangsung sampai hampir 45 tahun, karena kita masing-masing menjaga agar tetap banyak santannya, kata Nyonya Tien lagi yang disertai gelak tawa hadirin.”

Menurut Nyonya Tien, dalam rangka ulang tahun yang ke 71 ini keluarga Pak Harto mohon doa restu dari orang hadir di sini. “Agar suami saya diberi umur panjang, diberi kesehatan lahir dan batin agar dapat melaksanakan tugasnya untuk memimpin

keluarga kami semua, untuk memimpin negara dan bangsa dan untuk menjalankan persahabatan antar bangsa-bangsa dengan selamat, baik dan suka tak ada satu halangan apapun juga, “tuturnya.

“Semoga suami kami diberi panjang umur dan murah rejeki dan kami mohon do’a restu agar kami sekeluarga dapat menikmati hidup bersama sekeluarga ini dengan baik dengan selamat tak ada halangan suatu apapun juga. Sekali lagi selamat berulang tahun, ya Pak, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan perlindungan dan bimbingannya agar semua cita-citanya dapat dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan dalam menjalankan tugasnya selalu diberi keselamatan, kebahagiaan, kesuksesan dan tak ada halangan, “tambah Nyonya Tien lagi.

“Kalau ada sedikit batuk-batuk supaya mulai hari ini akan hilang batuknya, terima kasih, ” lanjut Nyonya Tien yang disertai tepuk tangan hadirin.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan surat Alfatihah yang dipimpin langsung oleh Nyonya Tien sendiri, Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu selamat hari ulang tahun oleh hadirin. Selanjutnya dilakukan pemotongan tumpeng oleh Pak Harto yang diserahkan kepada Nyonya Tien, disusul dengan ucapan selamat pertama dilakukan oleh Nyonya Tien Soeharto disertai ciuman pipi kanan dan pipi kiri.

Kemudian disusul dengan ucapan selamat dari putera-puteri, para menantu cucu serta keluarga dekat baik dari Pak Harto, maupun keluarga dari Nyonya Tien.

Pada ulang tahun Pak Harto ke-71 ini juga ditandai dengan penerbitan buku, masing-masing berjudul “Jejak Langkah Pak Harto 1978 sampai 1983” dan “Surat dan Anak-anak” yang diterbitkan oleh PT. Citra Lamtorogung Persada, yaitu sebagai penerbit milik puteri sulung Pak Harto, Nyonya Siti Hardiyanti Rukmana.

Tampak hadir dalam acara tersebut Menteri Koperasi Bustanil Arifin, Menmud Perdagangan Sudradjat Djiwandono, Pangkostrad Mayjen Wismoyo Arismunandar, Pangdam Jaya Mayjen K. Harseno, pengusaha Liem Sioe Liong, Prayogo Pangestu, Ciputra dan lainnya. (ASS).

Sumber: Merdeka (9/06/1992)

 ___________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 712-713.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: