NY. SITI HARDIYANTI DINOBATKAN SEBAGAI PUTRI KAILI

NY. SITI HARDIYANTI DINOBATKAN SEBAGAI PUTRI KAILI

 

 

Palu, Pelita

Ny. Siti Hardiyanti Indra Rukmana, dinobatkan sebagai “Putri Kaili” (Sulawesi Tengah) Kamis (4/10) lalu, saat mengunjungi Sulteng selaku Ketua Umum Kirab Remaja Nasional (KRN) 90. Penobatan ditandai dengan pemasangan Kerudung Merah khas tanah Kaili.

Mbak Tutut, panggilan akrab Siti Hardiyanti, didampingi Gubernur Sulteng Azis Lamadjido, SH bersama Ny. Marhumah Dg. Ani, di Gubernuran Siranindi Palu ketika menerima Kirab Remaja Sulteng. Sejak dari Bandar Mutiara hingga di Gubernuran Mbak Tutut bersama rombongan kelihatan selalu ceria. Namun saat melihat pakaian dan “pataka” (spanduk) Kirab Remaja Indonesia direntangkan peserta kirab sudah kotor dan lusuh, pertanda peserta telah membawa dengan berjalan kaki mengelilingi Sulteng ribuan kilometer, Mbak Tutut kelihatan sangat terharu, dan meneteskan air mata.

Rasa haru dan bahagia semakin menjadi, tatkala ribuan remaja kota Palu yang memakai berbagai ragam pakaian adat Sulteng, melewati panggung dengan memperagakan berbagai tarian adat istiadat, selama kurang lebih tiga jam. Diperkirakan lebih kurang 4000 remaja ikut ambil bagian pada pawai tersebut.

 

Kagum

“Saya sangat berbahagia dan terharu atas penerimaan ini, saya ingin menangis lagi rasanya ,” kata Mbak Tutut saat tampil berbicara. Seorang anggota Rombongan Mbak Tutut, menyatakan kekagumannya atas penyambutan yang begitu meriah dan berbagai ragam pakaian adat, menurutnya diantara 23 Propinsi yang telah dikunjunginya, di Sulteng inilah penyambutan benar-benar meriah.

Mbak Tutut juga menjelaskan bahwa tujuan Kirab Remaja, adalah sebagai remaja, untuk sedini mungkin berusaha menghayati nilai-nilai pengorbanan para pahlawan Bangsa, dan terlibat dalam kegiatan Pembangunan, sehingga nantinya mampu untuk memecahkan masalahnya sendiri. Mbak Tutut juga mengharapkan agar para remaja jangan mau dikatakan remaja santai, dan suka gontok gontokan sebab dapat memecah persatuan dan kesatuan, kata Mbak Tutut pada beberapa remaja.

Pada kesempatan itu Gubernur Azis Lamadjido menjelaskan bahwa kirab Remaja ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Sulteng, disamping Bhakti Sosial sepanjang jalan yang dilalui, mereka juga berhasil membangun jalan sepanjang IKM, serta membuat lapangan serta Panggung Remaja di Luwuk.

Menurut salah seorang Panitia pada Pelita, bahwa peserta kirab remaja Sulteng ini telah menempuh jarak sepanjang 1.350 KM, dengan jalan kaki yang diselesaikan dalam 80 etape.

Hari itu juga, Mbak Tutut bersama rombongan melanjutkan perjalanan dengan pesawat ke Manado dan sebelum meninggalkan Palu, Mbak Tutut sempat menyerahkan bantuan sumbangan kepada penderita cacat dan kusta.

 

 

Sumber : PELITA (06/10/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 529-530.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.