Nov 202017
 

NURCHOLIS: TENTANG KEPEMIMPI NAN PRESIDEN SOEHARTO

Jakarta, Antara

Keberhasilan Presiden Soeharto dalam memimpin bangsa dan Negara Indonesia merupakan prestasi tersendiri yang nampaknya tidak mungkin bisa diulangi oleh penggantinya kelak.

“Pak Harto punya seni tersendiri, sabar, strategik dan tahu betul apa yang harus dikerjakannya,” kata pengamat politik Dr. Nurcholish Madjid dalam wawancara khusus dengan ANTARA menyongsong Sidang Umum (SIUM) MPR 1988 Senin.

Kepemimpinan Presiden Soeharto telah menghasilkan banyak kemajuan, dan terciptanya stabilitas keamanan yang mantap merupakan salah satu di antaranya yang menonjol, kata Nurcholish.

“Kita harus menghargai hasil itu karena kita tidak memperolehnya secara ‘gratis’,” Sambungnya.

Seorang pengamat politik lainnya, Prof. Dr. Deliar Noer, dalam wawancara terpisah, sependapat bahwa factor utama yang menyebabkan Jenderal TNI (Purn) Soeharto bisa begitu lama memimpin dengan situasi negara tetap stabil terletak pada kekuatan pribadinya itu.

Mekanisme Pergantian

Tentang mekanisme pergantian kepemimpinan, Nurcholish berpendapat bahwa pribadi Pak Harto yang kuat telah menopang kelancaran mekanisme pergantian kepemimpinan selama ini.

Ilmuwan itu berpendapat, mengingat pribadi seseorang berbeda dengan yang lain, mekanisme pergantian pemimpin sesudah lima tahun mendatang akan berbeda pula.

Sementara itu, Deliar Noer menyarankan agar mekanisme pergantian kepemimpinan masa mendatang dapat ditumbuhkan pada saat pemimpin bersangkutan sedang melaksanakan kepemimpinannya, seperti yang terjadi pada gubemur dan malah juga rektor suatu universitas.

“Dengan demikian, masyarakat pun terbiasa dengan pergantian, dan kehidupan dapat berjalan atau berkembang, lepas dari soal siapa yang memimpinnya,” katanya.

Dalam hubungan itu, Deliar mengingatk:an bahwa umur suatu bangsa atau negara umumnya berkelanjutan, bagaikan abadi, sedangkan umur manusia terbatas.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (29/02/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 40-41.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: