Feb 072018
 

NU TIDAK AKAN TERGODA UNTUK JADI PARPOL

 

Jakarta, Antara

Sekjen PB NU H.M. Anwar Nurris menegaskan di Jakarta, Rabu bahwa NU tidak akan tergoda untuk kembali menjadi partai politik dan tetap akan mempertahankan khittah 1926 seperti yang telah diputuskan oleh Muktamar NU ke-27 di Situbondo lima tahun yang lalu.

“Tidak perlu ada kekhawatiran bahwa dalam Muktamar Ke-28 di Krapyak Yogyakarta yang dimulai hari Sabtu mendatang, NU akan mengubah keputusannya untuk melakukan kegiatan politik praktis,” kata Anwar Nurris kepada ANTARA.

Tidak ada satu kekuatanpun yang dapat mengubah keputusan Muktamar NU di Situbondo kembali ke khittah NU 1926 untuk dibawa kepada gagasan untuk menjadi kekuatan sosial politik, tegasnya.

Sebelumnya, H. Machbub Djunaidi, yang juga salah seorang anggota PB NU melontarkan pemikiran khittah plus sehingga NU dapat melakukan kegiatan politik praktis.

H. Anwar Nurris dalam kaitan ini mengatakan, sekalipun dalam muktamar nanti akan ada gagasan agar NU kembali melakukan kegiatan politik praktis, tapi berdasarkan hasil pemantauannya dan surat-surat yang disampaikan dari berbagai wilayah, cabang dan ranting yang diterima selama ini, jelas bahwa warga NU akan tetap·mempertahankan khittah 1926.

Kembalinya NU ke khittah tahun 1926 seperti yang diputuskan dalam muktamar di Situbondo tahun 1984 menegaskan bahwa NU tidak lagi terkait kepada salah satu organisasi politik Pemilu.

Anwar Nurris mengatakan, mereka yang menginginkan NU kembali menjadi parpol jumlahnya sangat kecil. Dalam muktamar mendatang, mereka akan terbentur pada bagian terbesar jamaah NU yang jelas-jelas menolak pemikiran itu.

Disamping itu, mereka juga akan terbentur dengan UU yang ada, yaitu UU No 3/1985 tentang Parpol dan Golkar serta UU No. 8/1985 tentang organisasi kemasyarakatan.

Anwar Nurris selanjutnya mengatakan, seandainy a nanti terjadi suatu kebijaksanaan baru, misalnya Parpol bisa ditambah menjadi empat atau lima, NU tidak akan tergoda untuk menjadi parpol kembali.

Sebab, apabila NU kembali menjadi Parpol, akan terbengkalai sejumlah proyek NU yang merupakan proyek-proyek pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak­Kanak, SD, SMP dan SMA serta pesantren-pesantren.

NU, kata Anwar Nurris, dewasa ini memiliki 16.230 buah tempat pendidikan tersebar di seluruh tanah air dengan nilai Rp 16 triliun.

“Asset yang sangat besar ini akan tetap dipertahankan, bahkan akan terus ditingkatkan melalui kegiatan-kegiatan sosial dan kemasyarakatan NU,” kata Nurris.

Muktamar NU, yang akan berlangsung di Pondok Pesantren “Al Munawir” Yogyakarta mulai tanggal 25 sampai 28 Nopember mendatang, akan dibuka oleh Presiden Soeharto.

Bersamaan dengan Muktamar NU, akan berlangsung pula Muktamar Muslimat NU dan Fatayat NU.

 

 

Sumber : ANTARA(22/11/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 575-576.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: