Des 252016
 

Cirebon, 11 Juni 1998

Kepada

Yth. Bapak H. M. Soeharto

di Tempat

MOHON BUKU BIOGRAFI [1]

 

Assalamu’ alaikum wr. wb.

Salam hormat saya sampaikan kepada Bapak H. M. Soeharto. Semoga Bapak dan keluarga diberi kekuatan lahir dan batin, diberi kesehatan dan dilindungi oleh Allah Swt. Amin.

Bapak Soeharto, ijinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Muslikah dan status masih pelajar. Saya adalah pengagum Bapak. Di usia yang sudah senja Bapak masih terlihat sehat dan semoga Allah SWT memberi umur yang panjang kepada Bapak. Amin.

Ketika Bapak masih menjabat Presiden, saya sering melihat Bapak di layar kaca, tetapi sekarang saya sedih karena saya tidak dapat lagi melihat Bapak yang berwibawa, kebapakan, arif dan bijaksana. Saya ingin bertanya kepada Bapak, bagaimana suka duka Bapak ketika masih menjabat Presiden.

Saya sangat kehilangan sekali. Oleh karena itu saya ingin meminta foto Bapak Soeharto pribadi, foto Ibu Tutut, dan foto keluarga Bapak dan juga tanda tangannya.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Bapak, saya ingin yang membalas surat ini adalah tulisan tangan Bapak sendiri. Dan kalau bisa saya ingin memiliki buku Autobiografi Bapak. Saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah memimpin bangsa yang saya cintai menjadi bangsa yang besar dengan pembangunan yang sangat cepat, semoga amal dan perjuangan Bapak diterima oleh Allah Swt sebagai ibadah. Amiin.

Demikian surat dari saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan keluarga bila dalam surat ini ada kata-kata yang tidak berkenan, semoga Bapak dan keluarga diberi perlindungan dan diberi petunjuk oleh Allah Swt. Amiin. (DTS)

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Muslikah

Cirebon – Jawa Barat

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 1069-1070. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: