MISSION ABRI HARUS TETAP DIPERTAHANKAN

MISSION ABRI HARUS TETAP DIPERTAHANKAN

Ketua Mprs Beri Nasehat2 Kepada Corps Wartawan “AB”[1]

 

Djakarta, Angkatan Bersednjata

Mission ABRI sampai saat sekarang ini tidak ada perubahan, hanja keadaan bertolak dulu berbeda dengan sekarang, demikian dinjatakan oleh Ketua MPRS Djenderal Dr. AH. Nasution ketika menerima “HAB” dalam rangka HUT Harian Angkatan Bersendjata ke-4.

Pada saat peristiwa G30S/PKI 3 tahun jl. Memang ABRI sedang laku2nja dalam masjarakat karena peranannja jang demikian menentukan, kalau ABRI laku, korannja ikut laku, diakui oleh Pak Nas bahwa posisi ABRI dalam masjarakat memang banjak mendapat sorotan2 dikarenakan oleh anggota ABRI sendiri jang penting, kata Pak Nas, mission ABRI dengan dwi fungsinja harus tetap dipertahankan.

Dalam pertemuan jang bersifat kekeluargaan jang berlangsung dikediamannja Djl. Teuku Umar 40 Djakarta, Pak Nas selaku sesepuh harian AB menjatakan bahwa mission jang dibawakan harian AB masih terpelihara sekalipun dalam volume jang terbatas.

Djangan Bela Jang Salah

Mengenai ekses jang timbul dalam hubungan ABRI dengan masjarakat Pak Nas mengatakan bahwa HAB djangan membela jang salah. Dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan, kita harus berani menegur, tapi tidak konfrontatif. Memang hal ini tidak gampang, kata Pak Nas, tapi ini menentukan dalam membantu peranan ABRI kita.

Untuk mendjadikan harian ini benar2 menjuarakan empat Angkatan, Pak Nas menjatakan perlu lebih banjak approach bagaimana mereka bisa merasa persoalan mereka terbawa kedalam harian ini untuk diperlukan pergeseran2 titik2 berat dalam pemberitaannja.

Dalam pertemuan jang berlangsung selama 1 djam itu oleh Pak Nas telah diberikan nasehat2, saran2 demi perbaikan mutu HAB disamping bertukar pikiran mengenai masalah2 jang timbul dalam masjarakat dewasa ini. (DTS)

Sumber : ANGKATAN BERSENDJATA (14/03/1969)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 427.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.