Sep 222017
 

MENTERI PU COBA JALAN TOL KRAPYAK JATINGALEH

 

 

 

Jakarta, Antara

Menteri PU Ir. Suyono Sosrodarsono tangal 7 September mendatang akan memulai Uji Coba penggunaan Jalan Tol Krapyak-Jatingaleh, Jawa Tengah.

Kabag Humas PU Drs. Soeprodjo yang mengutip Dirut PT Jasa Marga Ir. Yuwono Kolopaking di Jakarta hari Kamis mengatakan, jalan Tol Arteri Semarang secara keseluruhan mempunyai panjang 27 kilometer lebih. Jalan ini dibagi menjadi tiga seksi yaitu, Seksi A menghubungkan Jatingaleh-Krapyak sepanjang delapan kilometer.

Sedangkan Seksi B yang menghubungkan Srondol-Jatingaleh memiliki panjang 6 kilometer lebih, dan Seksi C yang menghubungkan Jangli-Pelabuhan Semarang ini mempunyai panjang 12 kilometer lebih.

Dikatakan, panjang jalan Tol Krapyak-Jatingaleh yang memiliki panjang delapan kilometer ini mulai dibangun sejak tanggal 12 Januari 1985 hingga 30 Juni 1987.

Dana untuk pembebasan tanah untuk proyek jalan ini sebesar Rp. 1,2 milyar. Jalan tol yang menghabiskan dana sebesar Rp 11,6 milyar ini diharapkan akan diresmikan Presiden Soeharto bulan Februari  1988.

Biaya tersebut,  menurut  Kabag Humas PU, termasuk  biaya konstruksi, perencanaan  dan  pengawasan  serta biaya  administrasi  proyek,  di samping dipergunakan biaya gedung kantor, gerbang tol, peralatan tol serta radio komunikasi.

Jumlah jalur lalu lintas jalan tersebut adalah 2 kali 3,6 meter, dengan lebar perkerasan 7,2 meter setiap jalurnya.

Sedangkan untuk Iebar median jalannya adalah 11 meter, bahu jalan luar berukuran 2 kali 3,5 meter dan bahu jalannya dalamya adalah 0,75 meter.

Di samping itu, pihak Jasa Marga juga membangun jembatan lintas atas tiga buah, jembatan lintas bawah empat buah, jembatan penyeberangan dua buah, serta gorong­gorong 17 buah.

Menurut Soeprodjo, rencana kecepatan untuk daerah perkotaan adalah 40 kilometer per jam, dan untuk daerah luar kota 80 kilomter per jam, sementara itu ruas jalan non tol sebagai jalan lokal mempunyai panjang 3.158 meter.

Manfaat Jalan Tol Krapyak-Jatingaleh menjadikan simpul Semarang berfungsi lebih baik untuk melayani wilayah sekitar Semarang tanpa melalui kota Semarang dan sekaligus mengurangi kemacetan lalu-lintas di daerah Gombel, katanya.

Dalam pembangunan proyek tersebut PU telah mengikut sertakan beberapa kontarktor pelaksana untuk bidang jasa konstruksi, yang antara lain PT.Adhi Karya dan PT BIEC International INC. (LS)

 

 

Sumber: ANTARA (03/09/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 521.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: