Sep 202017
 

MENTERI KLH TTG POLA BANTUAN BANK DUNIA

 

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menilai, terjadinya bencana alam di berbagai negara berkembang selama ini, jelas menunjukkan adanya kekeliruan di dalam cara-cara pelaksanaan pembangunan.

Untuk itu perlu ada pemikiran ulang tentang cara pelaksanaan pembangunan, supaya generasi mendatang tidak mengalami hal-hal seperti sekarang, demikian Presiden sebagaimana dikemukakan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH), Emil Salim kepada wartawan di Bina Graha, Jakarta, Selasa.

Emil Salim selanjutnya mengatakan, Presiden juga menilai perlunya Indonesia ikut aktif mengembangkan pola perbantuan Bank Dunia yang berwawasan lingkungan bagi pembangunan  di negara berkembang.

Presiden setuju Indonesia dijadikan daerah penelitian pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan oleh para ahli Bank Dunia. Kepala Negara juga menyatakan persetujuannya atas penunjukkan Indonesia sebagai pimpinan sidang dalam pertemuan yang membahas masalah pengembangan “Aid Policy” (kebijaksanaan perbantuan), yang akan diselenggarakan atas kerjasama Bank Dunia dengan sebuah institut di Lon­don, bulan September.

Emil Salim selanjutnya menjelaskan, penelitian para ahli Bank Dunia mengenai pengelolaan sumber daya alam yang dilibatkan dengan pelaksanaan pembangunan di Indonesia, saat ini masih berlangsung. Hasil penelitian tersebut bagi Indonesia akan dijadikan masukan bagi penyusunan Repelita V, sedangkan bagi Bank Dunia akan dijadikan masukan bagi pengembangan kebijaksanaan perbantuan di negara- negara berkembang di masa datang.

Menurut Emil Salim, penelitian tersebut akan berusaha menjajagi kemungkinan dilibatkannya pertimbangan lingkungan dalam arus pembangunan ekonorni. (LS)

 

 

Sumber: ANTARA (01/09/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 518-519.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: