Sep 042017
 

MENTERI ENERGI SUBROTO TTG HARGA MINYAK OPEC

 

 

Menteri Pertambangan dan Energi Subroto percaya harga minyak yang melemah akhir-akhir ini akan dapat diatasi apabila semua anggota OPEC tegah menghadapi tekanan dari luar.

”Menjelang kuartal ketiga dan keempat nanti kita perkirakan harga membaik lagi”, kata Subroto kepada wartawan setelah ia melapor kepada Presiden Soeharto di kediamannya Jalan Cendana Jakarta Selasa pagi.

Ia mengutip kembali imbauan Presiden OPEC Rilwanu Lukman dari Nigeria bahwa kepada semua anggota organisasi itu dianjurkan tetap patuh dan teguh melaksanakan keputusan OPEC bulan Desember 1986.

Subroto melaporkan kepada Presiden bahwa dalam minggu kedua Februari lalu harga-harga minyak mentah di pasaran dunia menunjukkan kelemahan.

“Perkembangan ini sebenarnya sudah dapat diperkirakan sejak OPEC menetapkan kebijaksanaan bulan Desember lalu, karena tentu negara-negara konsumen akah mencoba menekan harga ke bawah”, ujarnya.

Ia menyebut dua faktor yang menyebabkan lemahnya harga sekarang.

Pertama, akibat musim dingin yang relatif pendek di Eropa dan Amerika sehingga mengurangi permintaan akan minyak. Kedua, karenakilang-kilang minyak di negara­-negara industri menggunakan minyak mentah stok lama yang dibeli dengan harga lebih murah, dengan alasan lebih ekonomis.

Tekanan dari pasaran itu, menurut Subroto, tampaknya menganjurkan agar diadakan suatu pertemuan darurat di antara anggota OPEC untuk meninjau kembali kebijaksanaan bulan Desember.

“Tapi OPEC berketetapan tidak perlu meninjau kembali kebijaksanaan itu dan tidak perlu mengadakan rapat darurat”, ujar Subroto.

Sementara ini ia memperkirakan gejolak harga berkisar antara satu sampai dua dollar AS per barrel akan terjadi, sebagai perkembangan yang tidak dapat dihindari.

“Tapi sekali lagi ketetapan OPEC, sebagaimana diucapkan ketuanya, adalah bahwa kita semua diminta tetap teguh menghadapi tekanan dari luar”, lanjut Subroto.

Ketika ditanya tingkat produksi total OPEC saat ini, Subroto mengatakan di bawah 15,8 juta barrel/hari berarti sesuai dengan keputusan OPEC Desember lalu.

Menteri Subroto juga melaporkan rencana pertemuan ke-6 menteri-menteri energi ASEAN di Jakarta tanggal 12-13 Maret mendatang, yang akan didahului dengan sidang para pejabat senior mulai tanggal 6 Maret 1987.

Dilaporkan pula rencana simposium kerjasama Pasifik di bidang energi yang akan diadakan di Tokyo, Jepang, 5 sampai 6 Maret nanti di mana Indonesia diminta menjadi pembicara utama. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (03/03/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 398-399.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: