Sep 292017
 

MENTAN TTG INVESTASI KOMODITI PERKEBUNAN

Jakarta, Antara

Indonesia dalam rangka mengamankan pemasaran lima komoditi utama hasil perkebunan, merencanakan untuk melakukan kerjasama dan investasi di bidang pabrik pengolahan hasil "Sampai saat ini sudah dijajaki kemungkinan mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit dengan Yordania, Mesir dan Pakistan," kata Menteri Pertanian, Achmad Affandi kepada wartawan, seusai diterima Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta, Selasa.

Lima komoditi Indonesia yang diperkirakan lima atau enam tahun mendatang mengalami kendala dalam pemasarannya adalah kelapa sawit, karet, kopi, teh dan coklat.

Menurut Menteri, dari kelima komoditi tersebut, yang perlu dipikirkan secepatnya pengamanan pemasarannya di masa mendatang adalah kelapa sawit.

Hal itu disebabkan karena semakin meningkatnya produksi kelapa sawit Indonesia, yang diperkirakan pada tahun 1993 mencapai empat juta ton, dibandingkan dengan produksi kelapa sawit tahun 1986 yang hanya mencapai 1,3 juta ton dari target 1,4 juta ton.

Dari sejumlah empat juta ton produksi kelapa sawit tersebut, diperkirakan konsumsi dalam negeri sekitar 1,2 juta ton, sedangkan sisanya sekitar 2,8 juta ton akan diekspor.

Jumlah produksi yang diekspor tersebut jika tidak dilakukan upaya-upaya pengamanan pemasaran sejak sekarang, maka lima atau enam tahun mendatang akan mengalami kendala.

Dikatakan, kendala yang mungkin dihadapi karena adanya peraturan-peraturan baru di negara pembeli yang antara lain bersifat proteksionis, maupun karena adanya persaingan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan agar pemasaran kelima komoditi tersebut diselamatkan, katanya sambil memerinci jumlah ekspor kelima komoditi tersebut.

Disebutkan jumlah ekspor Indonesia pada tahun 1993 adalah kelapa sawit sekitar 2,8 juta ton, karet 1,3 juta ton, kopi 340 ribu ton, teh 153 ribu ton, dan coklat 165 ribu ton.

Kepada Presiden, Menteri juga melaporkan mengenai rencana pelaksanaan Hari Pangan Sedunia tanggal 16 Oktober, serta meminta kesediaan Presiden membuka kegiatan Hari Pangan Sedunia tersebut.

Kegiatan yang akan dilakukan di pusat maupun di daerah itu antara lain berupa seminar, serta pameran pangan yang bergizi tetapi murah.

Sedangkan tema yang dipilih Indonesia dalam rangka Hari Pangan Sedunia adalah Optimasi Usaha Tani dan Pelestarian Swasembada Pangan Mewujudkan Pertanian Tangguh.

Sumber: ANTARA (29/9/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 544-545.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: