Nov 152017
 

MENRISTEK PM SINGAPURA LIHAT PULAU BATAM

Jakarta, Antara

Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew ingin melihat kemajuan pembangunan di bidang industri dan pariwisata di Pulau Batam sejak kunjungan terakhirnya ke pulau yang terletak 20 km sebelah tenggara Singapura itu pada tahun 1979.

“PM Singapura antara lain ingin mengetahui mengapa ratusan orang Singapura setiap akhir minggu pergi ke Batam”, demikian Ketua Otorita Batam, Prof. Dr. B.J . Habibie menjelaskan atas pertanyaan ANTARA Rabu tentang rencana kunjungan Lee Kuan Yew selama sehari di Pulau Batam hari Minggu 29 Nopember mendatang.

Lee Kuan Yew akan tiba di bandara Hang Nadim Minggu pagi dengan pesawat khusus dan pulang dengan kapal laut petang harinya dari Sekupang menuju Finger Pier, Singapura.

Perjalanan pulang dengan kapal laut itu, menurut Habibie, dimaksudkan Lee Kuan Yew untuk mengetahui alat transportasi yang banyak dipergunakan oleh warga negera Singapura yang berakhir minggu ke Batam.

Selama kunjungannya di Batam, Lee Kuan Yew akan didampingi Presiden Soeharto, yang mendarat dengan pesawat khusus dari Jakarta beberapa saat sebelum rekannya dari Singapura itu tiba.

Kedua kepala pemerintahan antara lain akan meninjau daerah pariwisata Nongsa, Batam Center, wilayah yang dipersiapkan untuk pusat pemerintahan, perkantoran, perdagangan dan rekreasi dan wilayah industri di Batu Ampar.

Di Batam Center Presiden Soeharto dan PM Lee akan menanam masing-masing

satu pohon beringin sebagai lambang persahabatan antara kedua negara.

Pembicaraan Empat Mata

Setelah menyaksikan peragaan tentang pembangunan Pulau Batam dan Batam Center, Presideil Soeharto dan PM Lee akan mengadakan pembicaraan empat mata di Wisma Batam.

Habibie, yang juga Menteri Negara Riset dan Teknologi itu, menyatakan tidak tahu apa yang akan dibicarakan oleh kedua Kepala Pemerintahan itu.

“Namanya saja pembicaraan empat mata, hanya mereka berdua yang tahu”, katanya, ketika ditanya apakah disamping masalah bilateral, hal-hal yang ada hubungannya dengan KTT ASEAN ke III di Manila tgl. 14 s/d 16 Desember nanti akan dibahas di Batam.

Pertanyaan itu muncul karena kebetulan, pertemuan kedua Kepala Pemerintahan itu berlangsung dua minggu menjelang KTT ASEAN.

Kebetulan pula, Presiden Soeharto dan Lee Kuan Yew adalah dua tokoh paling senior ASEAN yang tetap memegang tampuk pemerintahan sampai kini dan menghadiri KTT ASEAN ke I di Bali tahun 1976 dan KTT ASEAN ke II di Kuala Lumpur tahun 1977. Indonesia dan Singapura menandatangani perjanjian kerjasama. dalam pembangunan Pulau Batam pada tahun 1980.

Pada tahun 1983 setelah mengunjungi Batam, Presiden Soeharto singgah di Singapura.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Soeharto, Lee Kuan Yew menegaskan kembali dukungannya bagi konsep pembangunan Pulau Batam yang saling melengkapi antara Batam dan Singapura.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (25/11/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 864-865.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: