Sep 202017
 

MENPERIND TTG INDUSTRI MOBIL NIAGA INDONESIA

 

 

 

Jakarta, Antara

Mobil niaga buatan Indonesia semakin dapat bersaing di pasaran internasional berkat peningkatan penggunaan komponen lokal pada produksinya, kata Menteri Perindustrian Hartarto “Demikian pula posisi komponen kendaraan bermotor, baik komponen standar maupun bukan,” kata Menteri kepada wartawan setelah ia melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha Jakarta. Ia menyebutkan sejumlah komponen antara lain accu, radiator, filter, tali kipas, gasket, ban, pelek buatan Indonesia berhasil diekspor. sedang komponen lain seperti alternator, starter, khasis dan clutch sedang dijajagi pemasarannya di luar negeri.

Beberapa jenis kendaraan komersial buatan Indonesia sudah pula dirintis ekspornya, antara lain Toyota Kijang ke Brunei Darussalam dan beberapa negara Pasifik, Mitsubishi Jet Starke Thailand dan Daihatsu HiJet ke Malaysia.

Hartarto juga mengungkapkan adanya kesepakatan antara Izusu Motors Ltd (Jepang) dengan PT Panca Motor dan PT Astra bagi pembelian komponen body panel buatan Indonesia mulai pertengahan 1988 sebanyak 1.600 unit.

Untuk selanjutnya Izusu Motors akan mengimpor 3.600 unit komponen tersebut per tahun dari 1989 sampai 1992.

Komponen kendaraan bermotor merek lain akan pula diusahakan peningkatan ekspomya, demikian Hartarto.

Kepada Presiden juga dilaporkan ekspor hasil industri periode Januari-April 1987 yang bernilai 1.654,68 juta dolar AS atau meningkat sekitar 8,4 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Hartarto mengatakan, dalam periode tersebut tumbuh andalan baru antara lain komponen kendaraan bermotor, alat-alat berat, kapal, mesin/peralatan untuk industri, pulp dan kertas, ban kendaraan bermotor serta produk indu stri organik.

Hartarto mengatakan, dalam periode tersebut tumbuh andalan baru antara lain komponen kendaraan bermotor, alat-alat berat, kapal, mesin/peralatan untuk industri, pulp dan kertas, ban kendaraan bermotor serta produk industri organik.

Kepada Presiden juga dilaporkan rencana peresmian sejurnlah proyek industri di Jawa Timur 11 Agustus mendatang, meliputi industri kimia dasar, industri logam dan aneka industri.

Jumlah proyek baru dan perluasan yang akan diresmikan itu 30 buah dengan investasi total Rp 199,44 milyar dan menampung tenaga kerja 8.356 orang.

Di antara industri baru itu 10 proyek melakukan program ekspor, dengan nilai diharapkan mencapai 27,87 juta dolar AS per tahun.

Barang yang akan diekspor itu antara lain produk pengolahan rotan, kain rajut, sepatu dan sol sepatu, miniatur circuit breakers.

Pada kesempatan itu juga akan diresmik an 41 koperasi industri kecil dan kerajinan (Kopinkra) yang bergerak dalam industri pangan, sandang dan kerajin an kulit, bahan bangunan, industri logam dan kimia.

Kopinkra sebanyak itu terdiri dari 8.678 unit usaha yang menyerap tenaga kerja 15.267 orang. Permodalan yang terhimpun untuk usaha tersebut berjumlah Rp 7,8 milyar. (LS)

 

 

 

Sumber: ANTARA (04/08/1987)

 

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 508-509.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: