Okt 172017
 

MENMUD UP3DN SERAH MASJID BANTUAN YAMP GARUT

Garut, Antara

Menmuda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (UP3DN), Drs. Ir. Ginandjar Kartasasmita selaku Sekretaris Yayasan Amal bhakti Muslim Pancasila (YAMP) atas nama Presiden Seoharto, Sabtu petang menyerahkan masjid bantuan YAMP kepada masyarakat  Kecamatan Tarogong-Garut yang diterima oleh Bupati Garut Tauftk H.

Menmuda UP3DN, Ginandjar Kartasasmita dalam sambutannya mengatakan, pemerintah secara terus menerus akan membantu pembangunan sarana peribadatan yang dibutuhkan oleh umat Islam.

Selama lima tahun YAMP berdiri yang dipimpin oleh Presiden Soeharto telah membangun sekitar 200 masjid yang tersebar di 160 kabupaten dengan dana lebih dari Rp 18 miliar.

Masjid yang dibangun oleh YAMP bagi kepentingan masyarakat Tarogong­Garut berukuran 15 X 15 M2 dengan biaya sekitar Rp 88 juta.

Masjid tersebut yang seluruhnya menggunakan produksi dalam negeri itu dirancang langsung oleh Presiden Soeharto yang mencerminkan tata arsitektur yang ada sejak dahulu di bumi Indonesia.

Kepada masyarakat setempat, Menmuda Ginandjar mengharapkan agar masjid itu dapat dimanfaatkan  untuk memperkuat  syiar Islam dan mempertinggi moral masyarakat, khususnya generasi muda.

“Jadikanlah  masjid  bantuan YAMP itu menjadi sarana untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan, khususnya generasi muda,” demikian Menmuda UP3DN, Ginandjar Kartasasmita.

Sementara  itu  Bupati Garut Taufik H dalam kesempatan itu melaporkan bahwa di Garut dewasa ini terdapat sekitar 3.000 masjid dan 10.000 musholla.

Pertambahan masjid bantuan YAMP tersebut diharapkan  dapat membantu masyarakat Garut yang sebagian besar beragama Islam meningkatkan ketaqwaannya, demikian Taufik.

Menmuda   UP3DN   setelah  menyerahkan  masjid bantu an YAMP tersebut menunaikan shalat magrib berjamaah dengan masyarakat Garut.

Sumber: ANTARA (22/03/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 632-633

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: