Sep 132017
 

MENMUD COSMAS: BANK DUNIA BANTU UTK KPR BTN

 

 

Jakarta, Antara

Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat yang memerlukan diharapkan semakin Iancar setelah pinjaman Bank Dunia mulai direalisasikan sejak Januari lalu, kata Menteri Negara Perumahan Rakyat, Cosmas Batubara, hari Sabtu.

Setelah melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha Jakarta, Menteri Cosmas menjelaskan kepada wartawan bahwa Bank Dunia memberi komitmen pinjaman kepada Indonesia untuk sektor perumahan sebesar 275 juta dolar AS selama tiga tahun (sampai akhir Repelita IV). Dari jumlah itu 268,9 juta dolar disediakan untuk KPR.

Realisasi pinjaman itu pada Januari mencapai 6,45 juta dolar, Februari 1,7 juta dolar, Maret 10,84 juta dolar, April 5,14 juta dolar, Mei ini diharapkan 14,3 juta dolar dan Juni nanti 14,44 juta dolar.

Ia yakin dengan adanya bantuan dana dari Bank Dunia itu sasaran pembangunan 300.000 unit rumah akan tercapai. Dana yang diperlukan untuk membangun perumahan rakyat sampai akhir Repelita IV diperkirakan sekitar Rp 1.023 milyar.

Ia menjelaskan, dana pinjaman Bank Dunia itu dipadukan dengan dana-dana lain untuk perumahan rakyat. Dari perhitungan tentang biaya uang (cost of money) didapat tiga tingkat suku bunga KPR yaitu sembilan persen (untuk type-type rumah inti), 12 persen untuk rumah sedang dan 15 persen (untuk rumah ukuran 70 ke atas).

Trend Bergeser

Kepada Presiden, Cosmas Batubara juga melaporkan hasil sidang tentang pemukiman (habitat) di Nairobi 6 sampai 16 April lalu, dalam pertemuan mana digambarkan trend pertumbuhan penduduk sampai tahun 2000 akan bergeser dari pedesaan ke perkotaan, terutama di negara-negara berkembang.

Di Indonesia, kata Menteri, trend tersebut sudah mulai terasa banyak penduduk desa yang beralih ke perkotaan sehingga menimbulkan masalah pemukiman di kota­ kota. Dalam konferensi tersebut ada saran agar strategi pembangunan pemukirnan di masa datang lebih memperhatikan pengembangan kota kecil dan sedang. Strategi perumahan dan pemukiman juga hendaknya dikaitkan dengan kebijaksanaan ekonomi, sosial-budaya dan sebagainya.

Dalam kaitan itu Presiden mengingatkan, dalam memberi persepsi terhadap masa depan hendaknya tidak tertinggal oleh perkembangan masyarakat itu sendiri.

Presiden juga memberi petunjuk agar masalah pembangunan pedesaan tetap diperhatikan dalam upaya mengendalikan pergeseran penduduk dari desa ke kota.

Menteri Cosmas mengungkapkan, Jakarta akan menjadi tuan rumah suatu lokakarya tentang strategi dunia di bidang pemukiman menghadapi tahun 2000-an. Pertemuan yang akan diadakan akhir tahun ini diselenggarakan UNCHS (Badan PBB di bidang pemukiman dan perumahan), ESCAP dan ditunjang Pemerintah Finlandia. (LS)

 

 

 

Sumber: ANTARA (18/05/1987)

 

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 453-454.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: