Apr 212017
 

MENMUD ABDUL GAFUR TERIMA PERNYATAAN : PEMUDA JAWA BARAT USULKAN PRESIDEN SOEHARTO SEBAGAI BAPAK PEMBANGUNAN

Pemuda Jawa Barat dalam suatu apel di stadion Kuningan, Rabu pekan lalu, menyatakan tekad bulatnya mendukung Pemerintah Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto dan sekaligus mengusulkan Presiden Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Indonesia.

Tekad bulat seluruh pemuda Jawa Barat ini disampaikan Pemerintah lewat Menteri Muda Urusan Pemuda yang hadir dalam apel pemuda di Kuningan Jawa Barat itu. Lebih 5000 pemuda dari berbagai golongan, antara lain yang tergabung dalam KNPI, Pramuka, AMPI, hadir dalam apel kebulatan tekad.

Tekad bulat pemuda Jawa Barat itu, disampaikan karena seluruh pemuda Jawa Barat meniIai Pemerintahan Orde Baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto berhasil melaksanakan pembangunan secara menyeluruh di Indonesia.

Pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Orde Baru dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Sebagai peningkatan martabat bangsa, mereka mengharapkan Presiden Soeharto bersedia dipiIih lagi dalarn periode Pemilu mendatang.

Pimpinan AMPI Jawa Barat Djadja Subagja Husein menyampaikan pernyataan kebulatan tekad pemuda Jawa Barat itu langsung kepada Menmud AbduI Gafur.

Menteri Muda AbduI Gafur setelah menerima pernyataan dari seluruh pemuda Jawa Barat, mengatakan, cetusan tekad pemuda Jawa Barat itu merupakan cetusan hati masyarakat Jawa Barat.

Rakyat dari Sabang sampai Merauke, kata Menmud, memang telah merasakan nikmatnya pembangunan yang dilaksanakan Pemerintahan Orde Baru, sebagai peningkatan kehidupan rakyat seluruh Indonesia. Maka sudah sepantasnya generasi muda sebagai generasi penerus bangsa tetap menginginkan kelangsungan Pemerintahan Orde Baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto.

“Generasi muda punya kewajiban meneruskan dan mempertahankan Pemerintahan Orde Baru selama-lamanya di Indonesia,” kata Menteri Muda AbduI Gafur.

Untuk itu Menteri Muda Abdul Gafur mengharapkan kepada seluruh Pemuda agar tetap meningkatkan gerak langkahnya turut serta dalam pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintahan Orde Baru.

Pemuda Indonesia punya potensi besar dalam pembangunan Indonesia, karena sebagian besar masyarakat Indonesia dewasa ini terdiri generasi muda yang tentunya tidak boleh diam dalam kiprahnya pembangunan.

Pemuda Indonesia harus menginsyafi, pembangunan yang sedang dilaksanakan itu bukan untuk satu golongan saja, tetapi untuk dinikmati seluruh rakyat.

Pembangunan Desa

Menteri Muda Urusan Pemuda AbduI Gafur dalam kesempatan ke Kuningan juga mengunjungi Desa Windujanter, yang dalam tahun ini berhasil meraih gelar Desa Teladan di Jawa Barat. Kepada pemuda desa itu, Menteri minta agar tetap mempertahankan gelar Desa Teladan.

Menurut Menteri Muda Abdul Gafur, pembangunan dewasa ini sedang diarahkan ke desa-desa untuk meningkatkan kehidupan masyarakat pedesaan. Pemuda sebagai kader pembangunan harus mampu menjadi kader pembangunan desanya dan tidak terpengaruh untuk pergi ke kota-kota besar.

“Daripada ikut-ikutan ke kota lebih baik meningkatkan pembangunan di desa,” kata Abdul Gafur.

Menmud menilai keberhasilan Desa Windujanter meraih gelar Desa Teladan karena tangan-tangan pemuda. Lurah desa Windujanter yang baru berusia 27 tahun merupakan contoh keberhasilan pemuda desa itu dalam pembangunan daerahnya.

Dewasa ini pembangunan yang sedang dilaksanakan Penierihtahan Orde Baru antara lain menambah kesempatan kerja bagi rakyatnya. Lebih 17.650 pemuda dari berbagai wilayah di Indonesia memperoleh latihan keterampilan agar mampu menciptakan lapangan kerja baru. Bila pemuda desa berhasil membangun desanya jelas akan mampu menjawab tantangan pemuda dalam pembangunan Indonesia.

Menteri Muda Abdul Gafur ketika di Kuningan juga meletakkan batu pertama pembangunan sebuah gedung olahraga bagi generasi muda. Gedung itu di rencanakan menelan biaya Rp. 120.000.000 yang akan dapat menampung kegiatan olah raga dan berbagai kegiatan lainnya.

Menurut Bupati Kuningan Unang Sunardjo SH, biaya yang tersedia untuk pembangunan gedung itu baru terkumpul Rp. 60.000.000 yang diperoleh dari sumbangan Departemen Dalam Negeri Rp. 25.000.000, APBD Jabar Rp. 20.000.000 dan dari Pemda Kuningan Rp. 15.000.000.

Gedung olah raga di Kuningan itu direncanakan dapat menampung penonton sampai 2.000 orang. Diharapkan dalam tahun ini pembangunan gedung utama olah raga dapat selesai. (DTS).

Jakarta, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (28/09/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 154-156.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: