Agu 192017
 

MENLU MOCHTAR TTG PESAN SIHANOUK KAMPUCHEA

 

 

Menlu Mochtar Kusumaatmadja hari Senin melapor kepada Presiden Soeharto tentang pesan yang diterimanya dari pemimpin pemerintahan koalisi Kamboja Pangeran Sihanouk, di samping melaporkan hasil-hasil pertemuan para Menlu ASEAN di Singapura pekan lalu.

Kepada wartawan di Bina Graha Jakarta, Menlu mengungkapkan pokok-pokok pesan Sihanouk itu antara lain bantahan atas kabar bahwa ia mengundurkan diri. Sihanouk, kata Mochtar, masih tetap menjabat sebagai Presiden Pemerintahan Koalisi Demokrasi Kampuchea (CGDK).

Sihanouk hanya mengambil cuti selama satu tahun, selain karena alasan kesehatan juga cuti itu sebagai tanda keprihatinannya atas serangan pasukan Khmer Merah terhadap pasukan Ans (pasukan yang mendukung Sihanouk) serta perlakuan Khmer Merah maupun pasukan di bawah Son San atas kaum pengungsi Kamboja di kamp-kamp pengungsi di wilayah Thailand.

Menurut Mochtar, Sihanouk menganggap soal itu sangat serius. Perjuangan pemerintahan koalisi akan sulit berhasil apabila rakyat Kampuchea sendiri sudah tidak senang pada tindakan-tindakan mereka, kalau rakyat tidak melihat perbedaan antara koalisi dengan pemerintahan di Pnompenh.

Sehubungan dengan itu, ungkap Menlu Mochtar, Sihanouk dalam pesannya meminta para Menlu ASEAN agar “menegur” Khieu Samphan (pimpinan Khmer Merah) tidak lagi melakukan praktek-praktek yang merugikan itu.

Para Menlu ASEAN (Indonesia, Malaysia, Pilipina, Thailand, Singapura dan Brunei Darussalam) dalam sidang di Singapura pekan lalu telah sepakat menulis surat kepada Khieu Samphan yang isinya meminta agar menghentikan praktek-praktek tersebut. “Dan itu sudah kami lakukan,” ujar Menlu Mochtar.

Menurut Menlu, Sihanouk tampaknya senang karena sarannya diperhatikan ASEAN.

“Sihanouk juga menganggap Menlu Indonesia masih perlu ke Hanoi untuk membicarakan hal itu lebih lanjut dengan pemimpin Vietnam. Ia juga menyambut baik kalau saya mau bertemu dengan beliau,” demikian Mochtar.

Ia mengakui, sekarang ini sedang terjadi gerakan-gerakan cepat untuk menyelesaikan masalah Kampuchea. Move-move itu perlu segera diambil setelah ada kabar bahwa pemerintahan baru di Vietnam telah terbentuk, tambahnya.

Ketika ditanya rencananya ke Hanoi, Mochtar menjawab diplomatis, “Nanti setelah kejuaraan nasional catur”. Sebagaimana diketahui, Mochtar juga menjadi Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi).

Dimana bapak akan bertemu Sihanouk, di Pyongyang atau di Beijing?, tanya wartawan. “Nanti saja deh,” katanya mengelak. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (22/06/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 149-150.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: