Okt 122017
 

MENLU FILIPINA KEAMANAN KTT ASEAN DI MANILA

Jakarta, Antara

Menteri Luar Negeri Filipina Raul Manglapus menekankan kembali bahwa keamanan penyelenggaraan KTT ASEAN di Manila bulan depan akan sempurna pada waktunya karena persiapan diatur sedemikian rupa dengan kerjasama antara pasukan Filipina dengan satuan keamanan negara anggota ASEAN lainnya.

Manglapus, setibanya di Jakarta Senin untuk kunjungan resmi dua hari, menyebutkan satuan keamanan negara-negara ASEAN saat ini telah berada di Filipina dan bekerjasama baik dengan pasukan Filipina untuk mengatur pengamanan bagi pertemuan para pernimpin ASEAN di Manila 14-16 Desember.

Menlu Filipina, yang disambut oleh Menlu Mochtar Kusumaatmadja di Bandara Soekarno-Hatta, menurut rencana bertemu dengan Presiden Soeharto Selasa pagi sebelum mengadakan pembicaraan dengan Menlu Mochtar di Departemen Luar Negeri, sebelum kembali ke negerinya Rabu pagi.

Menjawab pertanyaan wartawan, Manglapus mengatakan, sikapnya mengenai keinginan agar ASEAN menyatakan pendapat mengenai penting atau tidaknya kehadiran pangkalan militer Amerika Serikat di Filipina itu, tidak persis mewakili pemerintah.

Sikap pemerintah Presiden Corazon Aquino sendiri sudah jelas dengan tetap menjadikan pilihan mengenai diteruskan atau tidaknya fasilitas militer itu, terbuka sampai habis masa kontraknya 1991.

Lebih dari itu, Manglapus mengungkapkan dirinya tidak mengharap terlalu banyak dari Presiden Soeharto atau pemimpin negara lain untuk menyatakan secara terbuka bahwa mereka mendukung pangkalan itu.

Demikian juga ia tidak mengharapkan masalah pangkalan militer itu dibicarakan dalam forum KTT ASEAN. Namun, katanya, ia sangat menyambut baik pendapat Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew yang mengatak:an bahwa kehadiran pangkalan AS itu telah berpengaruh positif bagi perkembangan ekonomi negara-negara di kawasan Asia selain menjamin keseimbangan keamanan di Kawasan Asia dan Pasifik.

Masalah pangkalan militer ini kemungkinan menjadi topik penting dalam pembicaraan Manglapus Mochtar Selasa siang. Masalah pangkalan ini menjadi ramai saat ini setelah sebelumnya dilemparkan kepermukaan oleh Manglapus segera setelah ia ditunjuk Menlu oleh Presiden Aquino menggantikan Salvador Laurel.

Sebelum ke Indonesia pekan lalu Manglapus mengunjungi Thailand, Singapura dan Malaysia untuk memperkenalkan dirinya sebagai menteri luar negeri Filipina yang baru.

Sumber: ANTARA (16/11/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 616-617

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: