Nov 142017
 

MENKOP PELAKSANAAN PIR JAMUR GUNUNG DIENG

Jakarta, Antara

Pelaksanaan pola PIR jamur di Gunung Dieng Wonosobo berhasil mengubah wajah tersebut yang dahulunya dikenal sebagai daerah miskin menjadi daerah potensial karena penanaman jamur saja mendatangkan devisa satu juta dolar AS/bulan, kata Menteri Koperasi Bustanil Arifin.

Ketika menjelaskan kepada wartawan tentang laporannya kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Sabtu siang, Menteri Bustanil mengatakan bahwa penerapan pola PIR jamur tersebut melibatkan sekitar 400 petani.

Para petani jamur sebagai plasma mendapat peralatan dan kemudian hasil tanamannya diserahkan kepada inti, kata Bustanil. Ia mengatakan pada tahun mendatang diharapkan devisa yang dihasilkan komoditi ini bisa ditingkatkan menjadi dua juta dolar/bulan.

Selama ini, sebagian besar jamur tersebut diekspor ke Amerika Serikat dan juga ke Jepang. Bustanil Arifin dalam kesempatan itu juga melaporkan kepada Kepala Negera tentang penjajakan penerapan sistem PIR bagi penangkapan ikan di Bali dan Banyuwangi.

Penjajakan ini akan dilakukan sebuah perusahaan swasta PT Mantrust. Dengan demikian, katanya akan terdapat beberapa pola PIR yaitu pada bidang persusuan di Salatiga, jamur, serta ikan.

Ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan peminjaman beras kepada Fiji, Bustanil mengatakan Indonesia bersedia membantunya. Sebuah perutusan yang terdiri atas delapan pengusaha Indonesia baru-baru ini mengunjungi Suva ibu kota Fiji.

Delegasi itu dipimpin Hasyim Djojohadikusumo, putra Prof Sumitro Djojohadikusumo. Namun Bustanil yang juga menjadi Kepala Bulog mengatakan hingga saat ini belum ada permintaan dari Fiji bagi bantuan beras tersebut.

Dikatakannya, ketika menerima delegasi Fiji yang baru-baru ini datang ke Jakarta, selaku Menteri Perdagangan interim ia mengusulkan agar negara itu mengangkat seorang konsul kehormatan di Indonesia.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (07/11/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 861-862.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: