MENJADI PESERTA KHUSUS DALAM PAMERAN INDUSTRI HANNOVER ’95

MENJADI PESERTA KHUSUS DALAM PAMERAN INDUSTRI HANNOVER ’95[1]

 

Hannover, Antara

Indonesia akan menjadi peserta khusus (Country Partner) dalam pameran industri akbar tahunan yang akan diselenggarakan di kota Hannover, Jerman tanggal 3 sampai 8 April, 1995.

Acara penyerahan bendera nasional dilakukan oleh Dubes Hongaria untuk Jerman, Dr. Gabor Erdoedy, mewakili negaranya yang menjadi “Country Partner” dalam pameran tahun ini kepada Indonesia yang diwakili oleh Menristek/ Ketua BPPT.dan BPIS, Prof.DR.SC.h.c. B.J. Habibie .

Dalam jumpa pers mengenai kedudukan RI sebagai “Country Partner” dalam Pameran Hannover tahun depan, Habibie antara lain menekankan perlunya kerjasama saling tukar ide dan alih teknologi antara penghasil dan penjual produk industri dimasa mendatang.

“Untuk meningkatkan kuaJitas produk yang dihasilkan, anda memerlukan mitra kerjasama,” kata Menristek, khususnya menyinggung peningkatan kerjasama antara RI dan tuan rumah, Jerman dan negara-negara maju lainnya.

Secara panjang Iebar, Habibie berusaha meyakinkan kemajuan yang telah dicapai Indonesia dalam proses pembangunan berkesinambungan yang dilakukan sejak 1969 dari Pelita ke Pelita.

Pada saat memulai Repelita I, nilai ekspor RI barn mencapai 800 juta dolar AS, itupun sebagian besar dari hasil migas. Sementara pada 1993, nilai ekspor RI tercatat 38 miliar dolar AS lebih, atau berarti dalam kurun waktu 25 tahun, telah terjadi peningkatan sekitar 47 kali.

Bukan hanya itu, hasil devisa yang diraih dari kegiatan ekspor, juga sudah beralih dari hasil ekspor tradisional (migas) ke ekspor non-migas. Menristek dalam kesempatan itu mencela tentang masih kecilnya peran alih teknologi ke Indonesia dari seluruh kegiatan perdagangan dengan Jerman selama ini. “Alih teknologi yang diberikan Jerman, paling-paling mencapai 10 persen dari kegiatan perdagangan seluruhnya,” tuturnya. Kemajuan dan Keselarasan Sementara itu, pada pameran industri Hannover 1995, sebagai “Country partner”, RI menggunakan moto “Indonesia Kemajuan dan Keselarasan”.

RI dalam pameran mendatang akan memamerkan berbagai produk nasional, termasuk teknologi yang paling canggih seperti industri pesawat terbang. Presiden Soeharto dijadualkan akan meresmikan kedudukan RI sebagai “Country Partner”pameran industri Hannover tahun depan, dan bersama dengan Kanselir Jerman, Helmut Kohl akan menyampaikan pidato sambutan pada acara pembukaan.

Menurut catatan ANTARA, Hongaria yang menjadi “Country Partner” tahun ini, menampilkan berbagai produknya, mulai dari peralatan media sampai gerbang KA, dan juga mobil Suzuki “Swift” hasil patungan negara itu dengan Jepang.

Hannover ’94 yang berlangsung dari 20 sampai 27 April, dihadiri oleh 373.000 pengunjung, termasuk sekitar 150.000 kelompok profesional dari mancanegara. Terdapat 6.848 anjungan dari 60 negara termasuk Indonesia yang kali ini mengandalkan produk BPIS. Yang dipamerkan di anjungan RI, antara lain bagan kapal patroli cepat FPB-57, kapal berkapasitas 500 penumpang, pesawat serbaguna CN- 235, N-250, transmitter tenaga surya dan peralatan telekomunikasi.

Produk beteknologi canggih seperti kereta api, kran-kran raksasa, robotisasi dan mesin-mesin perkakas, umumnya masih didominasi oleh tuan rumah dan negara­ negara maju seperti AS dan negara-negara anggota ME lainnya. (KL08/EL03/27/04/94  20:19/RB2)

Sumber:ANTARA(27/04/1994)

____________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 249-250.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.