Sep 142017
 

MENAKER PENGIRIMAN TENAGA KERJA DILAKSANAKAN

 

 

 

Jakarta, Antara

Menteri Tenaga Kerja Sudomo menegaskan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri akan tetap dilaksanakan, karena merupakan salah satu jalan mengatasi masalah lapangan kerja dan devisa yang dihasilkannya pun cukup besar.

Menjawab pertanyaan pers di Cendana Jakarta, setelah ia melapor kepada Presiden Soeharto hari Kamis Sudomo lanjut menjelaskan, di Arab Saudi saja sekarang terdapat sekitar 80.000 tenaga kerja Indonesia, 70 sampai 80 persen di antaranya tenaga kerja wanita.

Tenaga kerja Indonesia di luar negeri selama ini memasukkan devisa sekitar 120 juta dolar Amerika setahun.

Kemampuan Indonesia mengirim TKI ke luar negeri, menurut Sudomo antara empat sampai lima ribu orang per bulan dan tingkat keterampilan TKI yang dikirim itu diupayakan terus meningkat, tidak hanya pekerja kasar atau pembantu rumah tangga belaka.

Ketika ditanya soal terjadinya kasus yang menimpa TKI di luar negeri, Sudomo mengatakan kasus tersebut jumlahnya sangat kecil dibanding jumlah yang dikirim.

“Dalam tahun 1985 kita mengirim sekitar 54.000 TKI, yang ada kasus hanya sekitar seribu orang dan itupun sebagian besar sudah berhasil diselesaikan,” kata Sudomo memberikan contoh.

Kampenye Produktivitas

Kepada Presiden, Menaker melaporkan rencana pencanangan kampanye. Kampanye itu akan ditandai dengan pembukaan suatu konvensi (pertemuan besar) Gugus Kendali Mutu (GKM) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Management Mutu Indonesia, suatu lembaga swasta bekerja sama dengan Depnaker, Departemen Perindustrian dan Deparpostel.

Menurut rencana pertemuan dua hari itu akan dibuka Presiden di Istana Negara Jakarta 30 Juli, sekaligus merupakan momentum pencanangan kampanye produktivitas nasional.

Presiden dalam pidatonya tanggal 15 Agustus 1986 telah mengemukakan bahwa efisiensi dan produktivitas hendaknya dijadikan gerakan nasional.

Sudomo mengungkapkan, pertemuan yang akan menyoroti masalah yang berkaitan dengan pengendalian  mutu terpadu (total quality control) itu akan mengundang pula wakil-wakil dari Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, Jepang dan Taiwan.

Kampanye produktivitas nasional biasanya diselengrakan setiap bulan April, suatu tradisi sejak tahun 1984. namun tahun ini karena bulan itu bertepaan dengan pemilihan umum dan puasa, maka baru dilaksanakan mulai 30 Juli yang akan datang. (LS)

 

 

Sumber: ANTARA (24/06/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 462-463.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: