MALAYSIA SEDIAKAN RUTAN I JUTA HA UNTUK PRAJOGO

MALAYSIA SEDIAKAN RUTAN I JUTA HA UNTUK PRAJOGO[1]

Jakarta, Antara

Pemerintah Malaysia menyediakan laban hutan satu juta ha bagi pengusaha In­ donesia, Prajogo Pangestu yang akan dimanfaatkan untuk membangun hutan tanaman industri (HTI). Seusai melaporkan masalah itu kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Kamis, Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/ Ketua BKPM Sanyoto Sastrowardojo mengatakan kepada pers bahwa 10.000 TKI bisa diserap proyek itu.

Sementara itu, Prajogo sendiri yang juga menemui Kepala Negara mengatakan karena lahan Malaysia terbatas maka PM Mahathir menyebutkan lahan itu mungkin akan terbagi ke dalam beberapa lokasi. Mahathir yang ditemui Sanyoto dan Prajogo akhir pekan lalu memerintahkan para pejabat Negara Bagian Sabah untuk menyiapkan laban bagi pembangunan HTI itu.

Ketika ditanya tentang luas HTI untuk industri pulp, pimpinan Barito Pacific Group itu mengatakan jika didasarkan atas pengalaman di tanah air maka untuk setiap pabrik pulp diperlukan 100.000-150.000 ha. Ia mengatakan selain untuk pabrik pulp, maka lahan itu bisa dimanfaatkan pula untuk memenuhi berbagai kebutuhan lain, misalnya pertukangan.

CASH

Kepada Kepala Negara, juga dilaporkan pembelian saham perusahaan CASH oleh Prajogo yang kemudian akan dijual di Pasar Modal Kuala Lumpur (Kuala Lumpur Stock Exchange). Jika dulu harga saham itu hanya dua ringgit Malaysia maka pada Kamis ini telah mencapai 11 Ringgit (satu ringgit sekitar Rp 827). Jika harga satu saham itu 10 ringgit maka Barito akan memperoleh Rp 4,1 triliun. Jika harga satu saham 15 ringgit maka akan diperoleh Rp 6,9 triliun (3,2 miliar dolar AS).

Pengusaha di bidang perkayuan itu mengatakan untuk satu tahun pertama akan dikirim ke tanah air sekitar 1 miliar dolar AS atau Rp 2 triliun. Dana itu akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan proyek baru atau perluasan proyek. Di tempat yang sama, Kepala Negara juga menerima Menteri Perindustrian Tunky Ariwibowo yang melaporkan perkembangan ekspor komoditi nonmigas terutama tekstil dan produk tekstil (TPT). Tunky mengatakan kepada pers bahwa ekspor tekstil pada tahun 1993 mencapai enam miliar dolar AS, 46 persen di antaranya berasa] dari ekspor ke negara kuota dan sisanya negara non-kuota termasuk Jepang.

Karena penduduk Jepang berpenghasilan tinggi maka yang paling mereka butuhkan adalah TPT bermutu tinggi sehingga para produsen dan eksportir Indone­sia harus mampu memasok barang yang benar-benar bermutu tinggi. Ekspor TPT. ke Jepang tahun lalu bernilai 395 juta dolar AS. (T/EU02/14:21/Ln09/ru2)

Sumber :ANTARA (23/06/1994)

_______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal283-284.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.