Jul 072017
 

MAKNA DAN PENGGUNAAN DATA STATISTIK LEBIH DI MASYARAKATKAN

HARAPAN PRESIDEN :

Presiden Soeharto berpesan agar makna dan penggunaan data statistik lebih dimasyarakatkan sehingga warga masyarakat tidak ragu-ragu memberikan bahan untuk meramu statistik yang tepat guna.

Pesan Presiden itu disampaikan ketika menerima pengurus Statistika Indonesia yang dipimpin Ketuanya Prof Dr Andi Hakim Nasution di Bina Graha, Senin kemarin.

Kepada organisasi itu, Presiden juga berpesan agar menjalin kerja sama dengan pemerintah, dalam hal ini Biro Pusat Statistik (BPS) memperbaiki statistik yang ada di Indonesia demi usaha memperlancar pembangunan.

Kurang Komunikasi

Kepada wartawan seusai pertemuan Prof Andi Hakim Nasution mengatakan, Statistika Indonesia merupakan Ikatan Statistika Indonesia yg memiliki tiga unsur yaitu unsur penghasil data, unsur pengguna/pemakai data dan unsur statistikawan atau ahli statistik.

Cita-cita yang mendorong lahirnya Statistika Indonesia ialah karena semula dirasakan kurangnya komunikasi antara pengumpul data, pemakai data dan para statistikawan. Sering terjadi penghasil data kurang tahu masukan dari para statistikawan dan sebaliknya para pemakai data maupun statistikawan tidak tahu proses pengumpulan data.

Dengan hadirnya organisasi itu diharapkan dapat terjadi komunikasi, sehingga para pengumpul data mendapat masukan dari para statistikawan dan sebaliknya para statistikawan maupun pemakai jasa mendapatkan masukan yang baik dari para pengumpul data. Tujuannya ialah menghasilkan suatu data statistik yang bermanfaat bagi pembangunan.

Dipakai Bank Dunia

Atas pertanyaan, Prof Andi Hakim Nasution mengatakan tidak benar apabila data statistik yang dihasilkan di Indonesia tidak akurat. Soal akurasi, ia berpendapat tidak ada jaminan bahwa data yang dibuat orang asing akurat ataupun pasti.

"Tidak ada data yang pasti. Kalaupun dikatakan akurat, toh tetap tidak pasti," katanya.

Ketua BPS Drs Azwar Rasjid yang mendampingi mengatakan bahwa data tentang Indonesia yang dipakai Bank Dunia berasal dari BPS. Kalaupun ada perubahan, hanyalah perubahan kecil yang tidak mengurangi arti dan bukan suatu manipulasi.

Selaku ketua BPS, Azwar Rasjid menyambut baik kehadiran Statistika Indonesia itu, karena ia mempunyai partner untuk mengkomunikasikan hasil pengumpulan data lembaganya. Sebagai contoh, ia menyebutkan Sensus penduduk 1980 menghasilkan tidak kurang 350 jenis tabel.

"Kalau tidak dikomunikasikan hal itu tidak akan diketahui", katanya. Karenanya dengan adanya lembaga itu data itu akan dapat digunakan oleh para analis yang mampu membaca data.

Sedangkan tentang akurasi, ia mengatakan, data yang dihasilkan BPS memang tidak 100% benar. tetapi tetap merupakan hasil usaha selengkap mungkin.

Pengurus Statistika Indonesia terdiri antara lain Ketua Prof Andi Hakim Nasution, Wakil Ketua Soetjipto Wirosardjono, Sekretaris Soenardi Sosrooetoyo MA beserta 10 pengurus lainnya, dilengkapi Dewan Kehormatan dan Dewan Penasehat.

Sensus Pertanian

Dalam pertemuan dengan Presiden, Kepala BPS sempat melaporkan perkembangan pelaksanaan sensus pertanian tahun 1983. Diharapkan bulan Desember mendatang dapat dilaporkan hasil sensus dan secara bertahap akan dilaporkan keseluruhannya tahun depan.

Dalam waktu mendatang, sebagai kelanjutan sensus pertanian akan diadakan sensus perikanan Iaut, sensus perkebunan rakyat dan perkebunan besar serta sensus pendapatan petani. (ra)

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (29/11/1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 507-508.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: