Mei 152017
 

LBH KOSGORO JAWA TIMUR DIRESMIKAN

LEMBAGA Bantuan Hukum (LBH) Kosgoro Jawa Timur dan kepengurusannya diresmikan oleh Novian Kainan SH, mewakili pimpinan kolektif Kosgoro dalam suatu upacara di Elmi Hotel Surabaya, Minggu.

Kepengurusan LBH Kosgoro Jawa Timur yang dilantik terdiri dari, Ketua Richard Wahyudi SH, Wakil Ketua I dan II Ismed Baswedan SH dan Achrtad Arifien SH.

Upacara itu dihadiri berbagai asosiasi pengacara di Surabaya, Kadapol X/Jawa Timur Mayjen Palisi Drs. Panoedji, H. Sutono SH, Kepala Pengadilan Tinggi Jawa Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur D. Suhentan SH, para hakim dari berbagai Pengadilan Negeri di Jawa Timur yang menjadi anggota Kosgoro.

Bagi Rakyat Kecil

Pimpinan kolektif Kosgoro/LBH Kosgoro Novian Kaman SH mengharapkan, LBH Kosgoro Jawa Timur dapat mengemban tugas berat dengan kemampuan menerapkan jalur kedelapan dari pemerataan pembangunan, yakni membantu masyarakat memperoleh keadilan dan mengadakan kerja sama yang rapi dengan perangkat pemerintah dari para penegak hukum.

Pelayanan hukum pada rakyat kecil yang tidak mampu hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya, tanpa memperhatikan kedudukan sosial dan aliran politiknya. Kosgoro diharapkan sebagai organisasi yang dihayati oleh rakyat dan dirasakan manfaatnya, terutama dalam bidang bantuan hukum.

Pada kesempatan itu disampaikan kebulatan tekad warga Kosgoro Surabaya dan LBH Kosgoro Jawa Timur untuk disampaikan kepada MPR agar menetapkan Jenderal (Purn) Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Nasional dan mengharapkan

Kesediaan Jenderal (Purn) Soeharto dicalonkan kembali sebagai Presiden RI. untuk masa jabatan 1983-1988, demi tetap tegaknya Pancasila dan Undang2 Dasar 1945 serta tetap berlanjutnya pembangunan.

Untuk itu MPR hasil Pemilu 1982 supaya mengusulkan kembali Jenderal (Purn) Soeharto sebagai Presiden RI, demikian isi kebulatan tekat itu. (DTS)

Surabaya, Antara

Sumber: ANTARA (11/01/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 479-480.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: