Agu 142018
 

KUWAIT INGIN TINGKATKAN INTENSITAS KERJASAMA [1]

Jakarta, Antara

Pemerintah Kuwait ingin meningkatkan intensitas kerjasama dibidang pendidikan dan perbankan dengan pemerintah Indonesia, namun jumlah investasi yang akan ditanamkan belurn dapat dipastikan, kata Menteri Urusan Wakaf dan Agama Kuwait Jama’an Faleh al-Azmi setibanya di Jakarta, Selasa.

“Jumlah investasi itu akan ditentukan setelah melihat perkembangan kerjasama terdahulu dan masalah yang ada di lapangan saat ini. Namun yang pasti prioritas investasi itu untuk kesejahteraan masyarakat,”katanya di Pelud Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Menteri Urusan Wakaf dan Agama Kuwait, yang datang dengan pesawat pribadi bernomor 9K-AJA, disambut oleh Menteri Agama Tarmizi Taher, Dubes Kuwait untuk Indonesia Zakaria al-Anshori, Dirjen Pembinaan Lembaga Islam (Binbaga) Andi Rasdiyanah, Dirjen Bimas Katolik Imam Kuseno dan Kabalitbang Depag Hasbullah Mursyid.

Dalam kesempatan itu Menag Tarmizi Taher mengatakan kunjungan Menteri Urusan Wakaf tersebut merupakan kunjungan balasan yang diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kedua negara. Tarmizi menyatakan, keakraban kedua negara sebelumnya telah terbina dengan baik, dan tampak semakin nyata ketika pemerintah RI memberikan dukungan saat aneksasi Irak atas Kuwait.

“Indonesia negara pertama yang berbicara di hadapan Organisasi Konferensi Islam (OKl) tentang ketidaksetujuan aneksasi Irak ke Kuwait, mengingat kedua negara sama-sama negara Arab dan mayoritas penduduk beragama Islam,” katanya.

Menteri Urusan WakafKuwait dan ketujuh anggota rombongannya akan berada di Indonesia selama lima hari.

Selama di Indonesia, tamu dari Kuwait itu akan mengunjungi Surakarta, Surabaya dan Bali. Mereka juga direncanakan akan diterima Presiden Soeharto dan Menlu Ali Alatas, di samping berkunjung ke pimpinan lembaga Islam di Indonesia.

Lembaga Islam

“Pimpinan Lembaga Islam di Indonesia sudah mengetahui kedatangannya dan dalam waktu dekat akan ditentukan kapan mereka dapat bertemu sekaligus membicarakan pengelolaan pendidikan di Indonesia,” kata Menag Tarmizi Taher.

Menurut Menag, kerjasama Kuwait di bidang pendidikan direalisasikan dengan pemberian beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang akan belajar ke Universitas Al-Azhar, Mesir sampai pada jenjang akademi.

“Saat ini sedang dijajaki bantuan beasiswa tersebut sampai ke tingkat sadana. Selain itu, akan dibicarakan pula bantuan bagi perkembangan dakwah Islam yang nantinya disalurkan melalui lembaga-lembaga Islam,” katanya.

Kuwait adalah negara konstitusional di ujung Teluk Persia yang kaya akan minyak bumi. Luas negara yang berpenduduk sekitar dua juta jiwa itu 17.818 kilometer persegi.

Penghasil minyak mentah terbesar ke-5 di Timur Tengah ini memiliki sekitar 15 persen cadangan minyak dunia.

Minyak mentah berserta produk-produknya mencakup sekitar 90 persen dari ekspor Kuwait. Pembeli utamanya adalah Jepang, Italia, AS,Jerman, Perancis dan Inggris. Mayoritas penduduk Kuwait beragama Islam, sebagian besar beraliran Sunni. Meskipun demikian, terdapat pula kelompok Kristen dalam jumlah kecil seperti Protestan, Katolik Roma, Gereja Ortodoks, Gereja Suriah dan Gereja Armenia. (T.PU-20/DNOl/7 / 12/93 21:06/RU6/21:32

Sumber:ANTARA(07 / 12/1993)

_________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 312-313.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: