Apr 192017
 

KONBES G P ANSOR MPR 1982 SUPAYA PERCAYAKAN KEPEMIMPINAN NASIONAL KPD JEND. (PURN) SOEHARTO

Konferensi Besar (Konbes) ke-7 Gerakan Pemuda Ansor yang kini sedang berlangsung di Semarang kemarin menyatakan bahwa gagasan untuk memberikan gelar Bapak Pembangunan kepada lend.TNI (purn) Soeharto adalah wajar dan tidak berlebih-Iebihan dan mempunyai arti penting sebagai factor integrative bangsa yang sedang melaksanakan pembangunan nasional.

Pernyataan yang diputuskan setelah melalui perdebatan selama dua hari itu selanjutnya menyaraukan kepada DPR-RI untuk menampung aspirasi tersebut dalam bentuk memorandum DPR-RI kepada MPR hasil Pemilu 1982.

Pernyataan itu juga mengharapkankepadaanggota-anggota MPR hasil Pemilu 1982 yad untuk mempercayakan kepemimpinan nasional dalam Repelita IV kepada lend.TNI (Purn) Soeharto.

Pernyataan yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pucuk Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor, masing-masing H.A.Chalid Mawardi, Drs. Tosari Wijaya, menyebutkan alasan-alasan tentang dikeluarkannya pernyataan2 tsb. a.l. bahwa hasil pembangunan yang telah dicapai telah memberikan dasar-dasar yang pokok bagi tahap-tahap pembangunan berikutnya, menuju terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia yang terkandung dalam pembukaan UUD-45, bahwa untuk kesinambungan pembangunan selanjutnya diperlukan adanya faktor integrative yang dapat menggalang persatuan dan kesatuan bangsa.

Tidak Bertentangan

Konbes ke-7 Gerakan PemudaAnsordi Semarang yang akan berlangsung hingga 7 September yang akan datang dibuka Kamis malam di Aula Masjid Baitul Rahman Semarang.

Hadir pada upacara pembukaan tersebut H.Supardjo Rustam (Gubernur Jateng), Akbar Tanjung (Ketua Umum KNPI), H. Imam Sofwan (Wkl. Ketua Umum PBND), K.H.Wahib Wahab dan H.Imron Rosadi SH (bekas Ketua Umum PP Ansor) serta tokoh-tokoh pemuda mahasiswa dan pelajar.

H.A.Chalid Mawardi menjawab pertanyaan Pelita mengatakan pernyataan Konbes GP Ansor tsb. tidak bertentangan dengan hasil Munas Alim Ulama NU yang berlangsung di Kaliurang barn-barn ini. Menurutnya, Konbes telah mempelajari kata demi katakeputusan Munas Alim Ulama tsb.

"Dan keputusan itu tidak bertentangan dengan keputusan Munas tersebut," katanya.

Sebagai contoh disebutkan, Munas Alim Ulama tidak menghendaki adanya gelar embel-embel pada Presiden Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, atau Mandataris MPR.

"Keputusan Konbes ini pun menghendaki agar gelar tsb diberikan kepada Pak Harto sebagai figur yang telah berjasa dalam pembangunan nasional di berbagai aspeknya," ujarnya.

Konbes Ansor ke-7 tersebut sampai tadi malam masih merumuskan pemikiran-pemikiran tentang Pemilu, Pendidikan politik, penataan KNPI serta berbagai masalah penting lainnya. (DTS)

Semarang, Pelita

Sumber: PELITA (04/09/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 121-122.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: