Jan 262017
 
HM Soeharto dalam berita

KOMENTAR TOKOH2 ISLAM TIMTENG TTG PRES. SOEHARTO:

ALLAH MEMBERI NI’MAT KEPADA INDONESIA, DGN SEORANG PRESIDEN YANG BESAR [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Seorang intelegensia Libanon, Al Ustadz Al Haj Khalil Abdul Khudud, setelah mempelajari pemikiran Presiden Soeharto mengenai Islam dan pembangunan, menyatakan bahwa Allah telah memberi ni’mat atas bangsa Indonesia dengan seorang Presiden yang besar, dan Panglima yang perkasa yaitu Presiden Soeharto.

Komentar tersebut diungkapkan dalam buku “Ma’a al-Rais Soeharto Fi Khitabehi Heulal Islam wal Tanmiah” (Bersama Presiden Soeharto mengenal Islam dan Pembangunan), yang disusun oleh wartawan Saudi Arabia, Ahmad Rusin, diterbitkan oleh Dar El Sadek (Beirut-Libanon) dan bersumber dari berbagai amanat, pidato dan wejangan Presiden.

“Presiden yang sekarang ini, seorang tokoh yang beriman, jujur yang mencintai negerinya, dan dicintai oleh rakyatnya. Juga dia mencintai setiap orang Mu’min di negeri manapun, dan dicintai oleh orang2 Mu’min di negeri manapun juga,” demikian komentarnya lebih lanjut.

Sementara itu Sayed Hasan AI Shirazi, Ulama besar dari Iran yang berpengaruh di Timur Tengah, mengomentari pula bahwa ternyata Presiden Soeharto adalah seorang kesatria di antara anggota2 terkuat dari bangsa Indonesia, dan sejauh kesanggupannya serta kemampuannya untuk mengambil dan menjelmakan Presiden Soeharto mengambil dari keistimewaan2 bangsanya dan menjelmakannya dalam dirinya, sehingga beliau berhak dan tepat menjadi Presiden dari bangsa Indonesia.

Dikemukakan bahwa Presiden Soeharto berbicara adalah tentang pengalamannya sendiri dan tidak seperti orang lain yang berbicara tentang pengalaman2 orang lain.

“Ini adalah yang menunjukkan bahwa beliau adalah orang kuat, tidak menjual keyakinannya pribadi dengan kebingungan orang2 lain, dan tidak diliputi oleh gelombang2 peradaban kebendaan yang palsu yang melanda banyak orang didunia yang ribut dan tegang ini.”Demikian komentamya.

Sedang Sekjen Liga Muslimin Sedunia, Sheikh Mohammad Saleh Al Qazzaz mengemukakan komentarnya bahwa Iman yang memenuhi hati Presiden Soeharto dan menghiasi pidato2nya yang bijaksana, sungguh merupakan ukuran sebenarnya bagi kebesaran manusia yang kuat, di dunia yang dilanda oleh badai atheisme komunisme dan ajaran2 yang merusak serta pikiran2 yang sesat dan menyimpang.

Buku susunan wartawan dari Saudi Arabia yang diterbitkan pada tahun 1971 itu telah mendapat sambutan hangat dari para pemimpin negara2 Timur Tengah ketika buku itu dihadiahkan kepada para pimpinan delegasi sidang OPEC di Aljazair pada tahun 1975.

Menteri Minyak dan Tambang Saudi Arabia Shaikh Zaki Yamani, Mendagri Iran Yamashid Amuzegar, Wkl Presiden Irak Saddam Husein, Pembantu Menlu Saudi Arabia Shaikh Ibrahim Masoud PM Libia Mayor Abdesalam, Jalloud, adalah diantara pemimpin2 Timur Tengah yang telah menyatakan penghargaan atas pandangan dan kemampuan Presiden Soeharto.

Buku tentang pandangan Presiden Soeharto mengenai Islam dan Pembangunan yang aslinya berbahasa Arab dan tersusun secara sistimatis dalam 32 Bab itu, kini telah diterjemahkan dan dicetak ke dalam bahasa Indonesia oleh Islamic Research Institute.

Menurut Sekjen lembaga tersebut, AH Shahab, sebuah dari 10 ribu buku yang dicetak telah dikirimkan kepada Presiden Soeharto, sedang selebihnya akan diberikan kepada lembaga2 pendidikan dan yayasan Islam secara gratis, sekalipun lembaga2 yang memperolehnya boleh saja menjualnya di dalam lingkungannya sendiri dan hasil penjualan dipergunakan untuk kepentingan yayasan atau lembaga pendidikan itu. (DTS)

Sumber:  SUARA KARYA (27/08/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 184-185.

  3 Responses to “KOMENTAR TOKOH2 ISLAM TIMTENG TTG PRES. SOEHARTO”

  1. Presiden yang sangat membanggakan Indonesia, belum yang menyamainya, bahkan mendekatipun tidak, semoga Pak Harto diberikan tempat yang terbaik disisi Allah SWT.

  2. Andaikan Pak Harto masih ada, tentu jauh lebih baik

  3. Kangen klompencapir….bagaimanapun saya pernah merasakan tenang hidup ketika negara hadir di masyarakat

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: