KITA TIDAK MENCARl-CARl PENGHARGAAN DI BIDANG KEPENDUDUKAN

KITA TIDAK MENCARl-CARl PENGHARGAAN DI BIDANG KEPENDUDUKAN

 

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

PROGRAM Keluarga Berencana sebagai salah satu program pembangunan sumber daya manusia yang dilaksanakan di Indonesia selama ini, bukan untuk mencari­ cari apalagi meminta-minta penghargaan internasional.

Hal tersebut merupakan pernyataan Presiden Soeharto yang disampaikan Kepala BKKBN Haryono Suyono kepada pers di Departemen Kesehatan, hari Senin. “Penghargaan ini untuk kita semua, termasuk jajaran Depkes yang telah bekerja keras dalam menunjang program KB,” kata Haryono mengutip ucapan Presiden.

Menurut Haryono Suyono, secara khusus Presiden menyampaikan terima kasih kepada jajaran Depkes dan mengingatkan bahwa dengan penghargaan PBB dalam bidang pengendalian kependudukan yang akan disampaikan kepada Presiden Soeharto di New York tanggal 8 Juni 1989 mendatang itu, supaya dijadikan momentum untuk memperbaharui tekad kita dalam program KB di masa mendatang.

Tantangan yang kita hadapi menurut Presiden, masih banyak dan kita baru pada langkah tengah. Untuk menuju langkah selanjutnya masih banyak yang harus dikerjakan dengan kerja keras.

“Jangan sampai setelah penghargaan itu diterima justru program KB tidak bergerak lagi. Penghargaan justru untuk memacu kita untuk lebih bekerja keras lagi,” kata Haryono seperti yang diucapkan Presiden.

Berada di Departemen Kesehatan Kepala BKKBN bersama Menteri Kesehatan, dr. Adhyatma MPH memberi keterangan kepada pers tentang rencana penyerahan penghargaan yang akan disampaikan oleh Sekjen PBB.

 

Mulanya Sulit

Dalam kesempatan itu Menkes menyatakan, pada mulanya program KB dilaksanakan di negeri ini, banyak kesulitan yang dihadapi oleh petugas kesehatan. Khususnya para dokter, bidan dan tenaga kesehatan yang berada di Puskesmas.

Menurut Menkes ini disebabkan karena pemahaman dan kesadaran masyarakat akan KB masih relatif rendah. Keadaan ini memaksa para petugas bekerja keras mengajak para pasangan usia subur untuk menjadi akseptor.

Bekerja dalam kegiatan pelayanan kontrasepsi menurut Menkes memang tidak selalu dikenal dan diketahui oleh masyarakat luas. “Namun pengabdian petugas kesehatan dalam program KB ini dirasakan langsung oleh mereka yang memerlukan untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera,” kata Menkes.

 

 

Sumber :ANGKATAN BERSENJATA (30/05/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 808.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.