KIPNAS VI KONSOLIDASIKAN ILMUWAN INDONESIA HADAPI PERDAGANGAN BEBAS

KIPNAS VI KONSOLIDASIKAN ILMUWAN INDONESIA HADAPI PERDAGANGAN BEBAS[1]

 

Jakarta, Antara

Kbngres Ilmu Pengetahuan Nasional (Kipnas) VI akan memfokuskan pada upaya konsolidasi ilmuwan Indonesia dalam organisasi profesi ilmiah untuk menghadapi perdagangan bebas pada tahun 2000, kata Wakil Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Samaun Samadikun kepada pers, di Jakarta, Jumat. Dikatakan, Kipnas VI yang akan diselenggarakan tanggal 11 sampai dengan 15 September 1995 di Puspiptek Serpong, Jawa Barat, antara lain bertujuan memperkuat organisasi profesi ilmiah Indonesia agar semakin profesional menghadapi serbuan ilmuwan asing. Ketika menjelaskan tentang penyelenggaraan Kipnas VI yang rencananya dibuka Presiden  Soeharto di Istana Negara, Samaun merisaukan  perkembangan  organisasi profesi ilmiah dan kiprah ilmuwan Indonesia yang cenderung tergusur oleh ilmuwan asing.

“Saya risau dengan organisasi profesi ilmiah yang relatif baru, karena profesionalisme ilmuwan kita ditantang menghadapi para pakar luar negeri pada era perdagangan bebas nanti,” kata Samaun yang mantan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu.

Ia mencontohkan, para  insinyur  luar negeri kini relatif banyak  menangani pembangunan gedung-gedung pencakar langit di metropolitan, sementara insinyur dalam negeri tertantang untuk terlibat secara aktif dalam upaya pembangunan bangsa.

“Dengan menyewa para ilmuwan dan pakar asing untuk mengerjakan proyek­ proyek  milik kita, itu artinya kita membayar  uang sekolah mereka,” katanya menambahkan.

Karya Nyata

Sebelumnya, Ketua Himpunan Fisika Indonesia Parangtopo menyatakan, ada organisasi profesi ilmiah dengan para ilmuwannya cenderung menyukai makan minum bersama ketimbang menyumbangkan  karya nyata bagi bangsa.

“Organisasi profesi ilmiah di Indonesia baru sebatas pesta-pesta dan mengeluarkan pernyataan politik, padahal mereka diminta untuk menyumbangkan karya nyata kepada bangsa,” kata pakar bidang teknologi energi itu.

Ketua LIPI, Sofjan Tsauri mengatakan, Kipnas VI yang diselenggarakan LIPI, Depdikbud akan dihadiri sekitar 400 ilmuan dalam dan luar negeri, sedangkan jwnlah makalah yang telah diterima panitia Kipnas VI sebanyak 167 buah. Sejumlah menteri kabinet pembangunan VI akan membawakan makalahnya antara lain Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas, Ginanjar Kartasasmita, Menteri Negara Riset dan Teknologi, BJ Habibie dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wardiman Djojonegoro. Pemenang hadiah nobel bidang kimia berkebangsaan Taiwan, Yuan Tseh Lee juga akan menjadi pemakalah dalam Kipnas VI. Yuan menjabat sebagai Presiden Acedemica Sinica, Taiwan.

Tema bahasan Kipnas VI diarahkan pada sejumlah dimensi yakni sumberdaya manusia dalam pembangunan, iptek dan seni dalam pembangunan, sumberdaya alam dalam pembangunan, transfonnasi sosial dalam pembangunap, informatika dalam pembang unan, dan kelembagaan iptek. (T-PU.02/B/DN.01115:16/RU3/16 .07)

Sumber: ANTARA (04/08/1995)

____________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 606-607.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: