Des 122017
 

KETUA OPEC: INDONESIA DAN NEGERIA BUJUK IRAK TAATI KOUTA PRODUKSI

 

 

Jakarta, Antara

“Dalam tubuh OPEC tidak ada voting dan paksa memaksa, jadi semuanya harus melalui konsensus dengan memperhatikan kepentingan nasional, termasuk tetap memelihara persatuan kesatuan diantara negara anggota,” ucap dia menegaskan ketika ditanya apakah OPEC bisa mengambil tindakan terhadap Irak dan Iran yang memproduksi minyak melebihi kuota yang ditentukan.

Upaya Sekjen OPEC Subroto mendekati negara anggota OPEC maupun non OPEC menurut Ginandjar merupakan salah satu cara dan ini merupakan langkah pertama untuk menyetabilkan harga minyak di pasaran dunia.

Pendekatan Sekjen OPEC ke Irak dan Iran tentunya memerlukan proses dan waktu dalam lebih meningkatkan pengertian untuk terciptanya kesatuan pandangan dan langkah pemasaran minyak di dunia.

Menunjuk pendapat Rilwanu Lukman yang menuding penyebab anjloknya harga minyak adalah produksi berlebihan dari negara non OPEC, menurut Ginandjar, hal demikian adalah salah satu sebab saja.

Ginandjar juga membantah sedikit merangkak naiknya harga minyak dunia terakhir ini karena akan ada pertemuan Komite Pemantau Barga OPEC pada minggu depan.

“ltu hanya merupakan faktorpsikologis saja. Tidak pada tempatnya kalau kita mengandalkan kenaikan harga minyak oleh karena semata-mata akan ada pertemuan,” tegas dia.

 

 

Bujuk Irak

Sementara itu,  Ketua OPEC, Rilwanu Lukman mengatakan, Nigeria dan Indonesia akan berusaha membujuk Irak agar menaati kuota produksi OPEC, begitu pula dengan Iran agar dapat menerima kuota produksi yang diminta Irak.

“Kalau ada kerja sama antar anggota OPEC khususnya menaati kuota untuk mencegah terjadinya kelebihan produksi, maka harga minyak OPEC akan naik, dan diperkirakan pada Musim Dingin mendatang permintaan akan minyak dunia semakin kuat terutama dari kawasan Eropa”, katanya Lukman mengingatkan, kunci kerjasama antar anggota OPEC adalah menghindari kelebihan produksi, dan Iran dengan Irak harus berunding dan sepakat kembali ke kuota produksi OPEC.

“Dalam persoalan ini OPEC akan terus berusaha agar dua negara ini mau berunding, dalam arti bersedia mematuhi kuota produksi yang sudah ditetapkan OPEC,” katanya.

Menyinggung kemungkinan dua negara ini saling tidak menyetujui, Lukman mengatakan akan mencoba mengusahakan agar Iran dan Irak saling setuju kembali ke kuota produksi.

Ia menambahkan, sampai Rabu malam belum ada ketetapan mengenai tempat berlangsungnya pertemuan negara anggota Komite Pemantau Barga OPEC.

“Saya harus bicara dulu dengan Sekjen OPEC, Prof, Subroto. Bisa di Wina, London atau Indonesia, tetapi peluang kuat tetap di negara Eropa,” kata Lukman tanpa menyebut kotanya.

Menyinggung kembali soal pertemuannya dengan Menteri Ginandjar Kartasasmita, ketua OPEC yang juga menteri perminyakan Nigeria itu mengatakan hanya membicarakan soal pasaran minyak dan upaya perbaikan harga.

“Nigeria dan Indonesia akan bersama-sama membujuk anggota OPEC agar bersatu terutama dalam menaati kuota produksi OPEC yang selama ini sering terjadi pelanggaran kuota,” kata Lukman.

Seusai jamuan makan malam, presiden OPEC dan rombongan menyaksikan suguhan tarian tradisional Bali. Kamis pagi tamu dari Nigeria ini akan ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soeharto, sebelum meninjau pusat pengilangan gas alam cair.

 

Sumber : ANTARA (21/09/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 363-365.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: