KETERTIBAN AKRI HARUS M’DJADI TJONTOH

KETERTIBAN AKRI HARUS M’DJADI TJONTOH [1]

 

Djakarta, Berita Yudha

Presiden Soeharto selaku Menteri Pertahanan/keamanan hari Rabu menjatakan bahwa penggantian pimpinan adalah hal jang biasa dalam rangka tour of duty, demikian djuga penggantian pimpinan pada eselon2 bawahan, penggantian pimpinan suatu komando tidak boleh dilihat dgn pandangan suka atu tidak suka pada seseorang.

Tidak pula perlu karena ketertiban pemerintahan harus berlandaskan pada landasan jang kokoh kuat dan harus dipegang teguh, dalam hal AKRI, jaitu memegang teguh landasan Pantjasila, UUD 45, Sapta Marga, Sumpah Pradjurit, TriBrata serta Tjatur Prasetya.

Djenderal Soeharto menjatakan hal ini dalam upatjara serah terima komando dan djabatan Panglima AKRI dari Djenderal Polisi Sutjipto Judodihardjo kepada Pangak baru Komisaris Djenderal Polisi Drs. Hoegeng Iman Santoso.

Sumber: BERITA YUDHA (16/5/1968)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 128.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: