Apr 202018
 

KESADARAN BERBANGSA PERLU DITUMBUH-KEMBANGKAN

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto dalam pidato akhir tahunnya di TVRI dan RRI Selasa malam antara lain mengatakan pembinaan kesadaran kebangsaan harus benar-benar memperoleh perhatian seluruh bangsa. karena kesa daran kebangsaan itulah nyawa kelangsungan hidup negara Indonesia.

Dengan melihat pada apa yang terjadi pada sementara negara di dunia, Presiden Soeharto mengatakan pengalaman-pengalaman negara lain menunjukkan bahwa kesadaran kebangsaan yang tidak terpelihara dengan baik akan merosot, yang mengakibatkan suatu negara terpecah-belah dah malahan sampai bubar.

Indonesia menurut Kepala Negara dapat menarik pelajaran sangat berharga dari perkembangan ini, yaitu rasa persatuan dan kesatuan bangsa tidak bisa dianggap sebagai barang jadi. Persatuan dan kesatuan bangsa perlu terus menerus dipupuk dengan penuh ketekunan dan dibina bersama dengan penuh tanggungjawab.

Menurut Kepala Negara, rasa kebersamaan, rasa kesetiakawanan dan rasa senasib-sepenanggungan harus diperkuat dengan langkah-langkah nyata di segala bidang kehidupan. Pembahan-perubahan yang diinginkan perlu dilakukan dengan sikap tanggungjawab, hati-hati dan waspada.

Perubahan-perubahan itu, kata Presiden tidak boleh membuka celah-celah yang rawan, sehingga membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Itulah sebabnya Indonesia bertekad untuk memelihara stabilitas nasional yang dinamis. Itulah sebabnya Indonesia memikul tanggungjawab bersama untuk mendinamisasi stabilitas yang memang merupakan kepentingan utama Indonesia untuk memelihara dan memantapkan persatuan bangsa dan meneruskan pembangunan.

Apa yang diungkapkan Presiden tersebut kiranya perlu disimak secara lebih cermat, karena tampaknya dalam era globalisasi dewasa ini rasa dan semangat kebangsaan yang memudar mulai terasa menyentuh pola pikir generasi muda dan para cendekiawan yang terlalu mendewakan literatur Barat.

Kita menyadari banyak problma yang dihadapi pemerintah dalam mewujudkan tujuan nasional. Namun berbagai problma itu jangan hendaknya menggoyahkan kita, atau sampai menghilangkan kepercayaan pada diri sendiri yang refleksinya dapat merugikan negara dan bangsa. Kita boleh berbeda pendapat dalam berbagai hal, tetapi apabila telah menyangkut integritas negara dan bangsa tidak ada pilihan lain kecuali persatuan dan kesatuan harus berada di atas segala-gala. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak boleh ditawar-tawar.

Apabila kita simak perjalanan selaras berbagai negara di dunia, tidak ada satu negara pun dalam membangun negaranya tanpa problema, seperti yang dihadapi oleh negara maju, Amerika, Jepang, Korea Selatan dan negara-negara Eropa Barat. Namun berbagai problema tersebut diatasi dengan kerja keras, meningkatkan pendidikan dan memantapkan penelitian dan pengembangan.

Hasilnya, bangsa-bangsa itu kini menjadi besar dan kuat. Rasa memiliki bangsa Amerika atau Jepang atau negara lain, tidak diisi dengan slogan kosong. Mendukung negaranya, menstabilkan negaranya, membuat aman negaranya tidak cukup dijalankan dengan instruksi-instruksi.

Stabilitas yang dinamis yang merupakan kepentingan utama Indonesia untuk memelihara dan memantapkan persatuan bangsa dan meneruskan pembangunan seperti yang menjadi harapan Kepala Negara hendaknya juga dilihat dalam kerangka seperti itu.

Pancasila yang sudah ditetapkan menjadi dasar falsafah hidup bangsa Indonesia, merupkan suatu hal yang perlu benar-benar diwujudkan pelaksanaannya dalam hidup sehari-hari. Kesadaran berbangsa Indonesia tidaklah sama dengan kesadaran berbangsa negara lain. Kebangsaan itu haruslah kebangsaan yang mengacu kepada Pancasila dan UUD 45.

Penumbuhan kesadaran berbangsa secara sistimatis memang telah kita jalankan. Baik melalui pendidikan formal maupun informal. Terlebih-lebih untuk generasi muda yang memang akan menjadi generasi penerus Republik ini. Tanpa dimilikinya rasa kebangsaan itu, sulit akan dapat dilihat masa depan negara Indonesia seperti yang kita cita-citakan. Bahkan mungkin kehancuran yang kita akan dapat.

Karena itulah, pesan Kepala Negara pada pidato akhir tahunnya itu yang menekankan perlunya perhatian seluruh bangsa Indonesia terhadap pembinaan kesadaran kebangsaan ini perlu kita garis-bawahi. Kesadaran kebangsaan itu adalah nyawa bagi kelangsungan hidup negara Indonesia.

 

 

Sumber : Angkatan Bersenjata (02/01/1992)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 19-20.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: