Agu 072017
 

PRESIDEN RESMIKAN LAPANGAN PRODUKSI MINYAK “KAKAP” :

KERJA KERAS YANG DILANDASI ‘KEBERANIAN DAN KETRAMPILAN AKAN MEMBERIKAN KEBERHASILAN’

 

 

Presiden Soeharto, di Bina Graha, Selasa pagi meresmikan lapangan produksi minyak “Kakap”, di lepas pantai Pulau Natuna, sekitar 1250 km sebelah utara Jakarta.

Peresmian jarak jauh tersebut, ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Presiden dari Bina Graha, sedang bunyi sirenenya sendiri meraung di anjungan lapangan produksi minyak “Kakap” yang jauhnya sekitar 1250 km dari Jakarta.

Peresmian tersebut dimungkinkan, lewat SKSD (sistem komunikasi satelit domestik) Palapa dan menggunakan sarana TVRI. Upacara peresmian tersebut, di Bina Graha, antara lain dihadiri oleh sejumlah menteri, Gubernur Riau H. Imam Munandar, Dirut Pertamina, A.R. Ramli, pimpinan Marathon Petroleum Indonesia Ltd. para pengusaha kontraktor di hidang perminyakan dan undangan lainnya.

Perlu diketahui, peresmianjarakjauh lewat SKSD Palapa dan sarana TVRI tersebut, telah beberapa kali dilakukan oleh Presiden Soeharto. Antara lain peresmian mulai operasinya produksi minyak di lapangan produksi “Udang”, juga di lepas pantai Natuna.

Amanat Presiden

Peresmian di Bina Graha, diawali dengan laporan Gubernur Riau, H. Imam Munandar, disusul sambutan Menteri Pertambangan dan Energi ad interim J.B. Sumarlin, amanat Presiden, dilanjutkan dengan inspeksi lapangan jarak jauh, yang dilaporkan oleh Manajer Explorasi dan Produksi Pertamina Unit II/Sumatera Bagian Selatan, Ir. B. Situmorang.

Selama inspeksi jarak jauh, Presiden tetap duduk di Bina Graha, sementara layar televisi menyiarkan gambar-gambar lapangan produksi minyak “Kakap” dengan penjelasan oleh Ir. B. Situmorang.

Dalam amanatnya, Presiden antara lain mengatakan, sudah menjadi keyakinan kita semua, bahwa hanya kerja keras yang benar-benar dilandasi keberanian, ketabahan, ketrampilan dan optimisme sajalah yang akan memberikan keberhasilan.

Penemuan kandungan bumi berupa minyak di tengah-tengah hantaman ombak perairan laut kita ini, adalah suatu keberhasilan besar.

“Oleh sebab itu kita semua merasa bangga akan keberhasilan semua pihak yang telah memungkinkan penemuan cadangan minyak yang besar di tempat yang terpencil ini.” kata Presiden.

Peresmian lapangan produksi minyak “Kakap”jarakjauh ditutup dengan wawancara antara lain Presiden dengan dua orang karyawan Marathon Petroleum Indonesia Ltd.

Marathon Petroleum Indonesia Ltd

Marathon Petroleum Indonesia Ltd (MPIL) adalah operator daerah KPS (kontrak bagi hasil) yang luas dilepas pantai barat Sumatera. Mulai beroperasi tahun 1970. Setelah membor dua sumur eksplorasi yang tak memberikan hasil, perusahaan ini menutup kantomya di Jakarta akhir 1972.

Tapi Mei 1975, mulai kernbali mengerjakan wilayah kerjanya di Kakap, yang waktu itu dioperasikan oleh Philips dan Perusahaan Tenneco mengundurkan diri, karena sumur yang dikerjakan tak menghasilkan.

Sampai sekarang, MPIL telah membor 28 sumur, 3 didarat dan 25 dilepas pantai. Daerah kerjanya di Kakap dan dilepas pantai di Jawa Timur.

Dengan operasinya lapangan “Kakap” di Natuna, maka sekitar 22.000 barrel minyak per hari akan menambah jumlah produksi minyak mentah Indonesia. Minyak mentah pertama diambil dari lapangan “Kakap” tanggal 30 Maret 1986 yang lalu. (RA)

 

 

Jakarta, Berita Buana

Sumber : BERITA BUANA (06/08/1986)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 699-700.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: