Okt 112018
 

KEMUDAHAN PEMBERIAN KREDIT UNTUK PACU INDUSTRI KECIL[1]

 

Banjarmasin, Antara

Masalah permodalan merupakan kendala utama yang kini masih dihadapi industri kecil di Indonesia, oleh karena itu perlu pola baru dan kemudahan dalam pemberian kredit guna memacu sektor industri kecil tersebut, kata pengamat ekonomi Prof. Drs. Kustan Basri.

Menanggapi Pidato Presiden Soeharto penyampaian RAPBN 1994/1995 yang menyebutkan industri kecil dalam PJP II menjadi tangguh dan mandiri, Kustan Basri mengatakan Kamis, masalah permodalan harus mendapat perhatian serius, kalau ingin industri kecil menjadi tangguh dan mandiri.

Selama ini, katanya, masalah permodalan menjadi penghalang untuk memacu industri kecil akibat sulitnya mendapatkan kredit dari perbankan, sehingga industri kecil seakan “jalan ditempat”.

Tingginya suku bunga pinjaman dan dikenakannya berbagai aturan main dalam dunia perbankan, seperti harus adanya anggunan, hal itu membuat para pengusaha kecil yang menjadi penggerak industri kecil itu mengalami kesulitan mendapatkan kredit guna menambah modal usaha.

Menurut Kustan, untuk memacu industri kecil menjadi tangguh dan mandiri perlu adanya pola baru dalam pemberian kredit terutama memberikan keringanan masalah anggunan dan bunga pinjaman. Seperti pola kredit Bimas Disektor Pertanian, kata Kustan yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat, bisa pula ditiru dan diterapkan dalam pemberian kredit di sektor industri kecil.

“Kalau memang pola kredit Bimas itu tidak cocok diterapkan dalam industri kecil, hendaknya dicarikan sistem kredit yang tidak terlalu memberatkan para pengusaha kecil tersebut,” ucapnya.

Pemerintah, kata Kustan, dalam upaya memacu industri kecil ini, beberapa tahun lalu telah membuat langkah kebijaksanaan yang cukup bagus dengan menerapkan sistem bapak angkat, dimana sebagian keuntungan dari BUMN untuk membantu industri kecil tersebut.(U .BJM-003/BJM-001/EU07/7/01/94 14:53/RUl/15:05)

Sumber:ANTARA(07/01/1994)

_____________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 174-175.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: