Mei 162017
 

PRESlDEN SOEHARTO: "KALAU BICARA SOAL POLITIK MAKA BICARALAH YANG JELAS"

Harus dibedakan antara dakwah dan agitasi

Presiden Soeharto menyerukan, harus segera diakhiri pencampuradukan dakwah agama dan kepentingan yang selama 33 tahun ini telah menyesatkan dan merugikan umat.

"Kalau bicara soal politik, bicaralah yang jelas dan kalau berdakwah dan menyampaikan ajaran agama jangan dimanipulir untuk kepentingan politik golongan yang merugikan ummat," kata Presiden Soeharto kepada Menteri Agama Alamsjah di Istana Merdeka, Senin kemarin.

Kepada para wartawan Menteri Alamsjah menjelaskan, secara konkret harus dibedakan mana tujuan politik dan mana penyampaian dakwah keagamaan.

"Kalau membaca Al Qur’an dan Hadist dan kemudian menjelaskan kepada ummat, itu dakwah namanya. Tapi kalau sentilan Al-Qur’an dan Hadist hanya disampaikan 10 persen dan kemauan politik disampaikan 100 persen, itu bukan dakwah namanya tapi agitasi," ucapnya.

Dikatakan, sesuai dengan seruan Presiden yang disampaikan pada upacara Maulud Nabi Muhammad Istana Negara, Minggu mlam, agama Islam sebagai aqidah memerlukan pembinaan dakwah sumber ajarannya yaitu Al-Qur’an dan Hadist.

"Jelas pembinaan dakwah Pemerintah, "kata Alamsjah menegaskan.

Dalam pembinaan bersama itu satu sikap dan umara antara da’i dan khatib, dsb-nya lagi, sehingga sejak tahun yang lalu yang memutarkan-balikkan ummat Islam dapat segera diatasi.

"Kalau kita berkhutbah apakah menyinggung soal hubungan manusia dengan manusia atau hubungan dengan yang baik dan benar, bicaralah yang baik dan benar dan jangan lagi dibelokkan ke sana ke mari sehingga umat kita yang menjadi korban," katanya Alamsjah mengutip penegasan Presiden Soeharto.

MTQ di Aceh

Dalam pada itu Alamsjah membantah sebuah pernyataan bahwa penyelenggaraan MTQ di Aceh telah merusak hasil-hasil pembangunan seperti lapangan bola dan tribune yang dibangun dengan biaya mahal.

"Tidak benar lapangan dirusak untuk MTQ. Lapangan tersebut dipugar untuk pembangunan miniatur mimbar yang mencerminkan kebesaran Islam," katanya.

Dikatakan, nantinya akan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Menteri Alamsjah juga menolak tuduhan akibat penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut, sehingga masyarakat Aceh tidak dapat lagi menikmati pertandingan sepak bola.

”Macam-macam saja tuduhan orang,” katanya sambil menggelengkan kepala.

Kepada Presiden Soeharto juga dilaporkan tentang akan diselenggarakannya Kongres Dewan Masjid Asia Pasifik di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Dewan Masjid Indonesia berkongres tanggal 10-11 Januari ybl dan memilih Hardjokromo dan Qarim Rasjid masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekjen. Indonesia juga telah menjadi anggota organisasi Dewan Masjid Sedunia.

Tentang konsep baru penyelenggaraan haji di tahun 1981 ini akan dibicarakan dengan pihak Pemerintah Saudi Arabia. Konsep itu merupakan satu paket utuh "yang di dalamnya termasuk pengaturan dan bimbingan kesehatan, logistik, keamanan dan cara pemilihan Sjekh di Saudi Arabia yang umumnya bersifat otonom."

Kalau konsep ini dapat diterima oleh Pemerintah Saudi Arabia maka penyelenggaraan haji tahun ini akan lebih ditingkatkan dan lebih nyaman, kata Alamsjah. (DTS)

Jakarta, Pelita

Sumber: PELITA (20/01/1081)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 487-488.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: