JEPANG UBAH SIKAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL

JEPANG UBAH SIKAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL

 

 

Menteri Perdagangan Internasional dan lndustri Jepang, Hajime Tamura, hari Senin di Jakarta mengatakan bahwa Jepang akan mengubah sikap atau pandangannya terhadap struktur perdagangan internasional melalui apa yang dinamakan rencana bantuan baru (new aid plan).

Setelah melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto di rumah kediamannya, Jalan Cendana Jakarta, Menteri Tamura mengatakan kepada wartawan bahwa Jepang harus ikut memperbaiki keadaan perdagangan internasional, termasuk antara Jepang dan Indonesia.

“Kami akan memberikan berbagai kerjasama ekonomi pada negara-negara sedang membangun, berupa investasi atau prasarana-prasarana yang diperlukan untuk mengembangkan industri di negara-negara tersebut,” kata Menteri MITI (Kementrian Perdagangan Internasional dan Industri Jepang) itu.

Selanjutnya, kata Hajime Tamura, hasil-hasil produksi industri yang dibangun di negara-negara berkembang itu akan dibeli oleh negara-negara maju termasuk Jepang.

“Dengan demikian kami mengharapkan struktur ekonomi yang terlalu bersandar pada komoditi primer dapat dikembangkan dengan membangun industri-industri berteknologi lebih tinggi,” demikian Hajime Tamura.

Atas pertanyaan wartawan, ia menjelaskan dengan Presiden Soeharto juga disinggung soal bantuan ekonomi dari Jepang kepada Indonesia.

Bantuan Ekonomi

Presiden, katanya, minta pengertian dari Jepang mengenai bantuan ekonomi tersebut. Bantuan memang diperlukan, tapi karena jumlahnya sekarang sudah cukup besar maka untuk melakukan pinjaman selanjutnya akan benar-benar dipertimbangkan.

Presiden dan tamunya juga membicarakan bantuan dana rupiah yang pada prinsipnya diberikan bagi proyek-proyek. “Tapi mengenai hal ini lebih terperinci akan dibicarakan pada tingkat menteri,” kata Hajime Tamura melalui penerjemah.

Situasi pasaran minyak dunia dan Proyek Asahan juga disinggung dalam pembicaraan lebih dari setengah jam itu.

Pada kesempatan tersebut Presiden menjelaskan secara singkat penyusunan rancangan APBN 1987/88 yang telah diajukan ke DPR tanggal 6 Januari lalu.

Menteri MITI dalam melakukan kunjungan kehormatan itu didampingi Menteri Perdagangan Rachmat Saleh, Dutabesar Jepang untuk Indonesia Toshiaki Muto dan pejabat-pejabat senior MITI yang menyertai kunjungan Hajime Tamura.

Tamu dari Jepang itu tiba Sabtu lalu untuk kunjungan sampai 13 Januari.

Mereka juga akan melakukan pembicaraan dengan Menko Ekuin Ali Wardhana, Mensesneg Sudharmono, Menteri/Ketua Bappenas J.B. Sumarlin, Menteri Perdagangan Rachmat Saleh, Menteri Pertambangan dan Energi Subroto serta Menteri Perindustrian Hartarto.

Pembicaraan tersebut secara umum merupakan pertukaran pandangan mengenai masalah-masalah yang menyangkut kepentingan bersama. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (12/01/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 364-365.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.