Jul 062017
 

JANGAN HABISKAN MASA MUDA DENGAN PERCUMA

PRESIDEN PADA HARI PRAMUKA :

Presiden Soeharto mengingatkan generasi muda Indonesia, khususnya kepada para anggota Pramuka supaya tidak membiasakan diri hidup bersantai-santai. Tetapi harus bekerja keras dan belajar hidup prihatin agar dapat mencapai masa depan yang baik.

Seperti kata peribahasa "berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian."

Kepala Negara mengingatkan hal itu ketika bertindak sebagai inspektur upacara pada apel besar memperingati Hari Pramuka ke-XXII tanggal14 Agustus 1983 di Widya Mandala Krida Bhakti Pramuka Cibubur Minggu sore.

"Sadarilah bahwa keberhasilan seseorang tidaklah datang dari langit begitu saja. Ia harus dicapai dengan usaha dan jerih payah. Seperti juga kemerdekaan bangsa adalah hasil perjuangan dan pengorbanan yang tak terkira besarnya. Karena itu jangan kalian sia-siakan kesempatan yang kalian punya sekarang. Jangan biasakan hidup bersantai-santai yang membuat masa muda kalian hilang percuma. Ingatlah kata pepatah. Sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna," kata Presiden.

Perbaharui Tekad

Dikemukakan, peringatan ini sengaja ia sampaikan justru karena saat-saat ini bangsa Indonesia sedang berada dalam suasana memperingati hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan ke-38 17 Agustus nanti.

Memperingati Proklamasi Kemerdekaan, demikian Presiden Soeharto, bukanlah sekedar mengadakan berbagai upacara dan keramaian. "Memang kita harus bergembira. Namun yang lebih penting dari itu adalah memperbaharui tekad untuk terus memberi isi kepada kemerdekaan."

Untuk itu maka menurut Kepala Negara, pembangunan harus dilanjutkan dan ditingkatkan. Dan usaha pembangunan adalah suatu rentetan usaha yang tidak akan pernah selesai. Karena itulah para pemuda Indonesia harus menyiapkan diri untuk menjadi manusia pembangunan.

Penginapan dan Kolam Renang

Sekitar 2.000 anggota Pramuka, sebagian besar diwakili dari wilayah Jabotabek hadir pada apel besar di Cibubur kemarin. Presiden dalam kesempatan tersebut sekaligus meresmikan sebuah youth hostel milik Pramuka yang diberi nama Graha

Wisata Pramuka serta sebuah kolam renang bertaraf internasional yang diberi nama ‘TirtaTeja". Keduanya bisa digunakan untuk umum.

Hadir pula Ny. Tien Soeharto, Wakil Presiden dan Ny Karlinah Wirahadikusumah, sejumlah menteri dan duta besar negara sahabat serta sejumlah pejabat tinggi sipil dan militer lainnya.

Graha Wisata Pramuka dibangun di Bumi Perkemahan sejak 11 Agustus 1982. Biaya seluruhnya Rp 400 juta termasuk perabotan berasal dari bantuan Presiden. Sarana bangunannya seluruhnya 2.014 m2 termasuk ruang tidur dua lantai seluas 1.352 m2 berkapasitas 210 tempat tidur.

Sedang direncanakan tambahan ruang sidang seluas sekitar 560m2 sumbangan Menmud Urusan Pemuda dari dana DIP 1982/83 Rp 42,5 juta serta DIP 1981/82 Rp 25 juta dan dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka sendiri.

Sedangkan kolam renang "Tirta Teja" terletak di Gelanggang Olahraga dan Kesenian. Dibangun sejak 14 Agustus 1982. Biaya seluruhnya Rp 450 juta sumbangan Pertamina dan perusahaan swasta lainnya.

Selesai acara, peresmian dan peninjauan, Presiden dan Ny. Tien Soeharto, Wakil Presiden dan Ny. Wirahadikusumah serta para menteri dan pejabat tinggi lainnya berkenan makan malam bersama pimpinan Kwarnas Pramuka.

Rapat kerja

Hari Pramuka ke-22 ini dimeriahkan dengan lomba drumband Pramuka se-Jawa dan kegiatan "Karang Pamitra" yang diikuti para pembina dari cabang-cabang selama seminggu. Juga diadakan rapat kerja nasional.

Rakernas yang berakhir Sabtu lalu di Cibubur Jakarta, mengolah saran serta pendapat yang berkaitan dengan rencana pembahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, serta rencana program kerja masa bakti 1983-1988. Semua itu akan dijadikan masukan untuk musyawarah nasional yang menumt rencana akan berlangsung 22-29 Oktober 1983 di Samarinda.

Masalah lain yang dibahas menyangkut penilaian dan penelitian. Pada setiap kegiatan perlu diadakan penilaian dan penelitian, yang hasilnya disebarluaskan ke daerah-daerah. Juga dipandang perlu mengadakan penelitian dan penulisan sejarah. Gerakan Pramuka.

Masih ada beberapa lagi usul yang berkaitan dengan upaya peningkatan program dan kegiatan Gerakan Pramuka. Antara lain agar kegiatan besar dilaksanakan dalam liburan sekolah.

Menyongsong rakernas yang akan datang, diusulkan kepada Kwarnas untuk menyempurnakan laporan pertanggung jawaban Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 1978-1983.

Meski pada prinsipnya laporan mereka yang disajikan dalam rakernas ini sudah dipandang memadai dari bisa diterima. (RA)

Jakarta, Kompas

Sumber: Kompas (15/08/1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 503-505.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: