Mei 162017
 

JANGAN CAMPUR ADUK DAKWAH DAN POLITIK

Presiden menegaskan, perlu segera diakhiri pencampuradukan antara dakwah agama dengan kepentingan politik, karena pengalaman menunjukkan masyarakat yang menjadi korban.

Presiden menyampaikan hal itu kepada Menteri Agama Alamsyah Ratu Perwiranegara yang menghadap di Istana Merdeka, Senin.

"Kalau bicara politik, politiklah, jangan campur dengan khutbah, supaya umat tidak jadi korban," katanya.

Hendaknya para pemimpin umat beragama mengambil pelajaran dari pengalaman selama 30 tahun ini, agar dapat ditarik pelajaran. Menurutnya, umat sendiri yang akan menjadi korban apabila kepentingan-kepentingan politik dicampuradukkan dalam dakwah agama.

Kepada Presiden Menteri melaporkan pula tentang pengiriman tim ke Saudi Arabia guna merundingkan perubahan sistem penyelenggaraan haji, dalam rangka peningkatan pelayanannya. Apabila pemerintah Saudi dan syekh-syekh dapat menerima usulan Indonesia, dapat diharapkan beberapa perbaikan, setidak-tidaknya mendekati keinginan masyarakat.

Sistim yang diharapkan dapat diterapkan mulai musim haji nanti, adalah dengan sistem paket pada setiap kelompok jemaah haji, lengkap dengan tim kesehatan, dan pembimbing2 lainnya.

Menjawab pertanyaan wartawan, Alamsyah membantah berita penggusuran tanah-tanah lapang sepak bola di Aceh yang akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan MTQ Nasional tahun ini.

Menurut Alamsyah, “lapangan luas tempat bermain bola tersebut kini dipugar untuk persiapan penyelenggaraan MTQ Nasional. Nantinya setelah MTQ selesai akan digunakan kembali sebagaimana biasa, bahkan akan lebih bagus lagi”. (DTS)

Jakarta, Merdeka

Sumber: MERDEKA (20/01/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 488-489.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: