Nov 252017
 

JAMUAN MAKAN MALAM PRESIDEN SOEHARTO DAN PM SPANYOL [1]

 

Jakarta, Antara

Indonesia menyerukan agar semua bangsa mengembangkan prinsip-prinsip hubungan antarnegara yang menentramkan hati semua orang, yakni saling menghormati kedaulatan masing-masing, tidak mencampuri urusan dalam negeri dan saling bekerja sama memajukan kesejahteraan.

Seruan itu dikemukakan Presiden Soeharto hari Senin dalam pidatonya pada acara jamuan santap malam yang diselenggarakan untuk menghormati Perdana Menteri Spanyol Felipe Gonzales di Istana Negara, Jakarta,

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga mengingatkan bahwa perkembangan ekonomi dunia yang tidak sehat seperti sekarang ini dalam jangka panjang, jika dibiarkan berlarut-larut akan mendatangkan kesulitan bagi negara-negara industri maju sendiri.

“Karena itu, Indonesia selalu memandang penting dikembangkannya dialog Utara-Selatan,”katanya.

Sementara itu, PM Felipe Gonzales dalam pidato balasannya menegaskan bahwa Pemerintah Spanyol akan mendorong perusahaan-perusahaan Spanyol untuk mulai melakukan kerja sama baru yang dapat meningkatkan hubungan ekonomi antara Spanyol dan Indonesia.

Menurut dia, dalam kerja samanya dengan perusahaan-perusahaan Indonesia, perusahaan Spanyol selama ini telah menempatkan diri di sektor-sektor prioritas seperti pembuatan besi dan baja, semen dan industri perhotelan.

Atas dasar itu, tambahnya, kedua negara kini seharusnya membuka bidang­-bidang baru bagi kerja sama pada masa-masa mendatang.

Jamuan santap malam untuk menghormati tamu negara tersebut dihadiri lbu Tien Soeharto, Wakil Presiden dan Ny. Sudharmono , para kepala lembaga tinggi dan tertinggi negara, para menteri Kabinet Pembangunan V serta para pejabat tinggi Spanyol yang menyertai kunjungan PM Gonzales di Indonesia saat ini.

Menyinggung tentang Organisasi Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Presiden menjelaskan bahwa ASEAN mencerminkan tekad keenam negara anggotanya untuk menentukan masa depan sendiri, tidak ditentukan oleh kekuatan dari luar.

“Kami menginginkan suasana damai, stabil dan dinamis di  wilayah kami ini. Selain suasana demikian menenteramkan hati rakyat kami, juga kami perlukan untuk menjamin pembangunan yang menjadi taruhan masa depan karni,”tambahnya .

ltulah sebabnya maka ASEAN mengambil berbagai prakarsa bersama untuk membantu penyelesaian masalah Kampuchea .

“Yang kami inginkan adalah hak-hak rakyat Kampuchea dihormati sepenuhnya dalam menentukan masa depan dan membentuk pemerintahannya sendiri, tanpa campur tangan pihak luar,” tegas Presiden Soeharto.

PM Gonzales menyatakan, ia selama ini mengikuti berbagai kemajuan dan kegiatan ASEAN secara seksama. Ia menilai ASEAN telah meletakkan dasar-dasar bagi kerja sama di bidang ekonomi, kebudayaan dan teknik.

Menurut dia, ASEAN juga telah menjadi suatu instrurnen dan forum politik penting bagi pengembangan perdamaian serta stabilitas di kawasan ini  serta memberi contoh baik tentang integrasi regional.

Tentang konflik Kampuchea, Gonzales mengatakan bahwa Spanyol berharap suatu penyelesaian dapat dicapai melalui dialog politik yang mengarah pada perwujudan Kampuchea yang berdaulat , bebas, demokratis, dan Nonblok. (LS)

 

Sumber: ANTARA (23/05/ 1988)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 113-114

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: