Jun 152017
 

INSTRUKSI PRESIDEN:

KURANGI AKIBAT DESTRUKTIF GALUNGGUNG

Presiden Soeharto memerintahkan semua aparat yang berhubungan dengan penanggulangan bahaya meletusnya Gunung Galunggung, untuk meningkatkan upayanya secara optimal mengurangi akibat destruktif letusan gunung tersebut.

Instruksi Kepala Negara tersebut disampaikan kepada para pejabat yang bersangkutan ketika diadakan ekspose bahaya Gunung Galunggung di Bina Graha kemarin, yang disaksikan Presiden sendiri.

Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan (Sesdalopbang) Solihin GP. selesai ekspose itu mengatakan kepada pers, peningkatan upaya secara optimal oleh badan-badan yang bersangkutan tersebut menyangkut penyelamatan nyata, sumber hidup dan harta rakyat.

Seluruh aparat juga diinstruksikan untuk bekerja secara terpadu, mampu menghadapi setiap perubahan yang bakal terjadi. Dengan demikian penderitaan rakyat berkurang dan produktivitas rakyat tetap ada.

Potensi Daerah

Namun di samping itu, demikian Solihin. Presiden Soeharto juga menekankan bahwa berhasilnya upaya penanggulangan bahaya Gunung Galunggung tersebut, tidak saja terletak pada aparat pemerintahan saja. Tetapi juga pada masyarakat. Khususnya masyarakat yang langsung terkena akibat bahaya Galunggung, maupun pemerintah daerah setempat.

Menurut Solihin, dalam menghadapi bahaya akibat letusan Gunung Galunggung, pemerintah menghadapi banyak hambatan. Baik soal waktu, data dan anggaran.

Kejadian yang sekonyong-konyong sehingga tidak diperhitungkan dengan konteksnya anggaran. Untuk itu pemerintan daerah dan masyarakat setempat, kata Solihin, supaya memobilisir semua potensi yang ada.

Solihin memberi contoh, ada rakyat yang minta ganti rugi karena tanahnya terlanggarjalan "Bagaimana ganti rugi, itu kan tidak mungkin."

Ada yang minta ganti rugi karena tanahnya digunakan oleh Departemen PU untuk pekerjaan penanggulangan. Padahal seandainya tanahnya tidak dipakai untuk pekerjaan PU pun, pasti akan rusak karena lahan.

Para pejabat yang hadir dalam ekspose kemarin antara lain Menteri PU Poernomosidi, Menteri Perhubungan Roesmin Nurjadin, Menteri Sekretaris Negara Sudharmono SH, Menteri Sosial Sapardjo, Menmud Urusan Produksi Pangan Affandi, Kepala Bulog Bustanil Arifin, Dirjen Perhubungan Udara, Dirjen Bantuan Sosial serta Dirjen Pertambangan Umum J.A. Katili.

Akan Berakhir?

Prof. Katilimengatakan, Gunung Galunggung sekarang memang tampaknya masih terus meletus. Frekuensi letusannya yang banyak ini menyebabkan "kekuatannya" mulai berkurang.

Kalan dulu kekuatannya diperkirakan delapan kilometer dalam permukaan, kinitidak begitu dalam. Sehingga ”energi”nya untuk mengeluarkan letusan yang dahsyat tidak begitu hebat lagi.

”Sekarang alat-alat kita tidak mendeteksi lagi hal-hal yang tidak normal,” katanya.

Menurut Katili, dari pengalihan. Berdasarkan hasil kerja alat-ala:t tersebut serta pengamatan terhadap alam sendiri, diharapkan mudah-mudahan Bulan Oktober atau November nanti tidak ada lagi letusan total. Tapi inipun belum bisa dipastikan sekali. Tergantung kalau tidak ada perubahan-perubahan besar dalam perut Galunggung sendiri. (RA)

Jakarta, Kompas

Sumber : KOMPAS (07/09/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 1158-1159.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: