INDONESIA SELALU MAMPU KELUAR DARI KESULITAN

INDONESIA SELALU MAMPU KELUAR DARI KESULITAN

Presiden Soeharto:

 

Presiden Soeharto secara terus terang dan dengan rasa tanggung jawab yang besar mengatakan bahwa tahun 1986 merupakan tahun yang tetap sulit dan sangat berat bagi pelaksanaan pembangunan.

Menyampaikan pidato akhir tahun 1985 melalui RRl dan TVRI yang ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia Selasa malam Presiden mengatakan, jawaban yang harus diberikan dalam menghadapi keadaan yang demikian itu adalah kerja keras, dengan makin menajamkan prioritas­prioritas pembangunan, meningkatkan efisiensi nasional di segala bidang, penghematan, mempertebal kesetiakawanan sosial serta dengan memperkuat persatuan dan kesatuan.

Kepala Negara mengajak seluruh bangsa agar memasuki tahun 1986 dengan sikap keprihatinan yang penuh kepercayaan.

“Kita prihatin karena kita menyadari sedalam-dalamnya bahwa tahun 86 adalah tahun yang makin sulit dan makin berat. Kita penuh kepercayaan karena kita bertekad bulat untuk bersama-sama mengatasi kesulitan dan cobaan yang akan kita hadapi itu,” kata Presiden.

“Kita bersyukur bahwa dalam menghadapi tahun yang akan bertambah sulit dan berat itu, dewasa ini kita tetap memiliki ketahanan dan kekuatan di bidang ekonomi sebagai hasil pembangunan selama satu setengah dasawarsa ini”

“Jika daya tahan dan kekuatan itu tidak kita miliki, maka keadaan kita akan lebih sulit lagi,” kata Presiden. Tapi Presiden mengatakan sejarah telah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang selalu mampu keluar dari kesulitan.

Angin Segar

Penegasan mengenai Pancasila sebagai satu-satunya asas menurut Soeharto terasa merupakan angin segar bagi pelaksanaan Pemilihan Umum 1987.

Karena itu tahun 1986 harus merupakan tahun persiapan bagi semua peserta Pemilu agar Pancasila sebagai satu-satunya asas tercermin dalam suasana kampanye dan penyelenggaraan Pemilu umumnya, dengan semua peserta Pemilu menawarkan program-program yang sebaik-baiknya dalam memberikan sumbangan kepada kelanjutan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila.

Dengan demikian kehidupan demokrasi dan kehidupan politik dapat berkembang makin sehat dan sekaligus memberikan sumbangan yang positif ke arah pembangunan nasional. Jika hal itu dapat diwujudkan, Pemilu nanti benar-benar dapat memberi warna baru dari yang selama ini pemah dilakukan.

“Dengan itu maka berarti kita telah berusaha bersama untuk memberi mutu yang makin berbobot pada Pemilu khusus untuk memberi mutu yang makin berbobot pada Pemilu khususnya dan kehidupan politik kita pada umumnya,” kata Presiden. (RA).

 

 Jakarta, Merdeka

Sumber : MERDEKA (02/01/1986)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 365-366.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.