INDONESIA-MESIR TANDATANGANI MOU DI BIDANG IPTEK

INDONESIA-MESIR TANDATANGANI MOU DI BIDANG IPTEK[1]

 

Kairo, Antara

Menteri Riset dan Teknologi Prof. Dr. BJ Habibie dan Menteri Negara Riset llmu Pengetahuan Mesir Prof Dr. Venice Kamel Gouda, Kamis (7/9), menandatangani MOU (nota kesepahaman) mengenai kerjasama di bidang Iptek. Penandatanganan MOU yang dilakukan di sekretariat Kementerian Riset Ilmu Pengetahuan Mesir yang terletak dijantung Kota Kairo itu berisi tujuh pasal dengan menitik beratkan pada masalah ketjasama dalam pengembangan Iptek, program pertukaran tenaga ahli, pertukaran data dan infromasi serta pendidikan dan latihan. MOU tersebut berlaku selama lima tahun dan akan diperpanjang secara otomatis pada periode berikutnya. Menurut Kepala  Bidang Penerangan KBRI Kairo, Benson Rea, penandatanganan MOU itu merupakan realisasi dari pembicaraan Menristek Habibie dengan Pemerintah Mesir dalam kunjungannya pada tahun 1992. Sementara itu Menristek Habibie dijadualkan akan bertemu dengan Presiden Mubarak Sabtu (9/9) untuk menyampaikan pesan-pesan dari Presiden Soeharto. Seyogyanya Menteri Habibie sesuai rencana bertemu Mubarak, Kamis namun secara mendadak kedatangan Presiden Pelestina Yasser Arafat ke Mesir maka pertemuan diundur. Menteri Habibie bersama rombongan yang semestinya sesuai agenda bertolak dari Mesir ke Jerman Jumat (8/8) namun adanya perubahan jadual pertemuan dengan Mubarak maka keberangkatannya ditunda hingga Minggu. Menristek Habibie yang didampingi Dubes RI untuk Mesir Dr. Boer Mauna juga melakukan pertemuan dengan Menteri Negara Produksi Militer Mesir, Dr. Mohamed El Ghamrawy, Kamis. Sementara itu Habibie dalam ceramahnya di depan pakar Iptek, cendikiawan dan usahawahan Mesir menjelaskan panjang lebar mengenai perkembangan global era tinggal landas pembangunan industrialisasi Indonesia.

“Dalam masa 50 tahun Kemerdekaan Indonesia, kamitelah mencapai fase tinggal landas yang didukung oleh pengembangan industri strategis,”jelas Habibie di depan 40 undangan.

Ceramah yang diselingi penayangan slide dan video khususnya mengenai perkembangan industri IPTN dan PT. PAL disambut penuh kekaguman.

“Saya kagum dengan penjelasan anda mengenai kemajuan pembangunan Indonesia, saya tahu, tambahnya, tuan Habibie merupakan tokoh puncak dalam pengembangan Iptek Indonesia, bagaimana anda memprogramkannya? ,” kata seorang peserta ceramah.

“Hanya ada satu hal yang membuat Indonesia mencapai kemajuan begitu pesat yaitu terdapat seorang tokoh puncak yang mendukung secara material dan spritual. Dia tidak lain adalah Presiden Soeharto, “jawab Habibie dengan disambut tepuk tangan. Sambil melirik kepada Menteri Venice K.Gouda yang menjadi moderator dalam ceramah tersebut Habibie menandaskan “tanpa seorang tokoh seperti Soeharto yang mendukung penuh program saya, tentu saja saya tidak punya daya menciptakan sesuatu, ini kenyataan yang harus diakui,”katanya. (Fac.Kro-001/Munawar/PE10  /C/DN07/00:15/re3)

Sumber:ANTARA (08/09/1995)

___________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 608-609.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.