Nov 242017
 

INDONESIA INGIN MANFAATKAN TAWARAN SPANYOL KERJA SAMA PERTANIAN [1]

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto berpendapat tawaran Spanyol untuk bekerja sama bidang pertanian perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin khususnya dalam usaha meningkatkan produksi sayur-mayur dan  buah-buahan, serta teknologi pasca panen.

Mensesneg Moerdiono mengatakan hal itu kepada wartawan ketika menjelaskan hasil pembicaraan Presiden Soeharto dengan Perdana Menteri Spanyol Felipe Gonzalez di Istana Merdeka, Senin yang berlangsung selama dua jam.

Moerdiono mengatakan, pada pertemuan itu kedua kepala pemeri ntahan membahas masalah bilateral, regional, serta intemasional. Masalah regional yang dibahas kedua pemimpin itu antara lain ialah rencana “Pertemuan Jakarta” untuk memecahkan konflik Kampuchea .

Sedang masalah internasional yang dibahas Presiden Soeharto dan PM Gonzalez adalah penarikan mundur pasukan asing dari Afghanistan dan persetujuan pengurangan senjata antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet.

“Presiden berpendapat kesempatan untuk melihat perkembangan pertanian perlu kita gunakan sebaik-baiknya terutama untuk meningkatkan produksi buah-buahan dan sayur-sayuran.Juga akan besar manfaatnya bila kita dapat mempelajari teknologi yang dikembangkan Spanyol terutama dalam teknologi pascapanen,” katanya.

Spanyol mengajukan tawaran itu karena daerah di bagian selatan negaranya mempunyai kondisi yang hampir sama dengan Indonesia.

Selain itu, kegiatan pengembangan pertanian di negara Eropa tersebut juga mampu mendatangkan pendapatan  15.000 dolar AS/tahun.

CN 235

Mensesneg Moerdiono mengatakan, perkembangan lain yang membesarkan hati diantara kedua bangsa dalam bidang ekonomi ialah pada pembuatan pesawat terbang, karena IPTN dan CASA sepakat mendirikan sebuah perusahaan patungan yang sahamnya masing-masing 50 persen untuk mempromosikan dan menjual pesawat CN 235 di Amerika Serikat.

“Perdana Menteri Felipe Gonzalez menegaskan bahwa pemerintah Spanyol akan membantu sepenuhnya pembentukan perusahaan patungan tersebut dan ingin mendorong agar tujuan pembentukan perusahaan patungan itu tercapai,” kata Moerdiono.

Tawaran yang diajukan pemerintah Spanyol, menurut Moerdiono dalam pertemuan tingkat menteri yang berlangsung terpisah ,adalah kerja sama pembuatan kapal laut. Namun delegasi Indonesia yang dipimpin Menko Ekuin dan Wasbang Radius Prawiro mengatakan bahwa kesempatan itu sebaiknya diajukan kepada galangan kapal di luar PT(Persero) PAL Surabaya.

Indonesia menginginkan tawaran itu diajukan kepada galangan kapal selain PAL, karena badan usaha milik negara ini telah mencapai tingkat perkembangan dibanding yang lainnya.

Timtim

Dalam pertemuan terpisah tingkat menteri lainnyayangmembahas masalah politik, delegasi Spanyoljuga menyinggung masalah Timor Timur.

“Spanyol dapat memaharni sepenuhnya hal-hal yang dijelaskan Indonesia dan menjanjikan akan mengambil langkah-langkah untuk ikut memberi penjelasan kepada Portugal tentang masalah ini,” katanya.

Namun Moerdiono mengingatkan masalah Timtim sudah lama dianggap selesai oleh Indonesia. (LS)

Sumber:ANTARA (23/05/ 1988)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 112-113

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: